Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Pantau Harga Beras di Pasar, Era: Masih Standar
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan belum ada kenaikan harga beras di pasaran.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan belum ada kenaikan harga beras di pasaran. Tak adanya kenaikan harga beras diklaim setelah pemerintah daerah melakukan pengecekan harga di sejumlah pasar tradisional dan gudang distributor. Hingga kini harga beras justru masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan harga beras medium maupun premium di lapangan. Hasilnya harga beras premium belum mengalami kenaikan dan masih dengan harga standar. Justru distributor menjual beras di bawah HET yang sudah ditetapkan.
"Hasilnya ternyata harga beras masih standar. Distributor justru masih di bawah HET," kata Era Fitrawati, Senin (1/9).
Era Fitrawati mengungkapkan HET beras medium kembali naik, dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram. "Distributor beras di Kabupaten Bangka menjual beras masih di bawah HET. Terutama beras premium HET beras premium Rp15.400 per kilogram sementara dijual di pasaran masih Rp15.200 per kilogram," jelas Era Fitrawati.
Diakuinya, meski harga beras premium masih stabil, beras medium justru mengalami kelangkaan. Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Hampir rata-rata tidak ada lagi distributor maupun toko kelontong yang menjual beras jenis medium. Langkanya beras jenis tersebut lantaran berkurangnya pasokan beras dari distributor utama.
Walaupun begitu masyarakat diimbau tak perlu panic buying atau membeli secara berlebih-lebihan. Selama ini, beras medium memang menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Karena harganya yang lebih murah dan terjangkau di tengah kenaikan harga kebutuhan pangan lainnya. "Peredaran beras medium berkurang. Karena dari distributor di Pangkalpinang," sebutnya.
Era Fitrawati menjamin stok beras masih dalam kategori aman terutama jenis premium, meski beras medium mengalami langka. Ketersediaan stok beras mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua hingga tiga bulan ke depan. Pasalnya, setiap dua hari sekali pasokan beras selalu masuk ke distributor di Kota Toboali dengan jumlah 20-30 ton. "Kami akan terus melakukan pemantauan dan pengecekan secara berkala," pungkas Era Fitrawati.
Beras lokal
Seorang pedagang beras di Pasar Terminal Toboali, Kartini (49) mengaku dirinya sudah lama tak menjual beras jenis medium sejak beberapa bulan terakhir. Ia tak menjual beras jenis tersebut lantaran pasokannya yang terus berkurang. Selain itu, harga belinya kerap tak stabil terutama sejak adanya isu beras oplosan.
Begitu pula dengan beras jenis premium juga tak dijualnya sudah sejak lama. Ia kini lebih memilih menjual beras lokal dari petani di Desa Rias dengan harga yang lebih stabil dan kualitas yang tak kalah bagus dari beras pasaran. Beras lokal dengan kualitas bagus dijual secara eceran dengan harga Rp15.000 per kilogram.
Sementara beras dengan kualitas medium dijual di dalam kemasan plastik dengan harga Rp14.000 per kilogram. Sedangkan beras merah dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai lebih terjangkau dan bisa menggerakkan perekonomian masyarakat lokal, terutama petani padi di sentra produksi.
"Saya lebih memilih menjual beras lokal dari petani di Desa Rias. Karena bisa menggerakkan perekonomian petani secara langsung," ujar Kartini. (u1)
| Hadapi Penilaian Adipura 2026, Bangka Selatan Perkuat Sinergi Lintas OPD dalam Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Usulkan Sumur Bor ke Kementan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, ODGJ Berat Dapat Perhatian Khusus |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Gandeng BPKP Dongkrak PAD |
|
|---|
| Petani Mulai Manfaatkan Tiga Drone, Pemkab Basel Salurkan Pengelolaan Melalui Brigade Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Angkut-beras-ke-truk.jpg)