Berita Bangka Selatan
Harga TBS Sawit Bertahan di Atas Rp3.000
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan masih menunjukkan tren positif pada Rabu (10/6).
TOBOALI, BABEL NEWS - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan masih menunjukkan tren positif pada Rabu (10/6). Sejumlah pabrik kelapa sawit mempertahankan harga di atas Rp3.000 per kilogram, sementara dua pabrik lainnya kembali melakukan penyesuaian harga. Di tingkat petani mandiri, harga TBS tercatat berada pada kisaran Rp2.630 hingga Rp2.730 per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan berdasarkan data resmi yang dihimpun terjadi kenaikan harga di dua pabrik kelapa sawit dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, tiga pabrik lainnya memilih mempertahankan harga beli TBS yang telah berlaku.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar sawit di Bangka Selatan masih relatif stabil dengan kecenderungan menguat. "Berdasarkan data resmi harga TBS kelapa sawit tingkat petani mandiri berada kisaran Rp2.630 hingga Rp2.730 per kilogram," kata Risvandika, Rabu (10/6).
Kenaikan harga tertinggi terjadi di PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba. Perusahaan tersebut menaikkan harga TBS jenis Tenera sebesar Rp70 atau sekitar 2,39 persen, dari Rp2.930 menjadi Rp3.000 per kilogram. Selain itu, BSSP juga menetapkan harga TBS jenis Dura sebesar Rp2.447 per kilogram.
Peningkatan harga juga terjadi di PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Ranggas. Harga TBS Tenera di perusahaan tersebut naik Rp50 atau sekitar 1,68 persen dari Rp2.970 menjadi Rp3.020 per kilogram. Kenaikan itu membuat MSM tetap berada dalam kelompok pabrik dengan harga beli TBS tertinggi di daerah tersebut.
Di sisi lain, tiga pabrik kelapa sawit lainnya tidak melakukan perubahan harga. PT Tama Buana Jaya (TBJ) di Jeriji tetap membeli TBS dengan harga Rp2.900 per kilogram. Stabilnya harga di sejumlah pabrik menunjukkan belum adanya perubahan signifikan pada kebijakan pembelian perusahaan.
Adapun harga tertinggi pada hari tersebut masih dipegang oleh PT Banka Agro Plantari (BAP) di Bedengung dan PT Bhumi Palmindo Kencana (BPK) di Payung. Kedua perusahaan tersebut kompak mempertahankan harga beli TBS sebesar Rp3.050 per kilogram.
Nilai tersebut menjadikan keduanya sebagai pabrik dengan penawaran harga tertinggi bagi petani sawit di Bangka Selatan. "Harga tertinggi hari ini masih dipegang PT Banka Agro Plantari dan PT Bhumi Palmindo Kencana yang sama-sama bertahan di angka Rp3.050 per kilogram," paparnya.
Risvandika mengingatkan, harga TBS bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan harga dipengaruhi kondisi pasar, permintaan industri, serta kebijakan masing-masing perusahaan pengolahan sawit. Karena itu, petani diharapkan terus memantau perkembangan harga sebelum melakukan penjualan hasil panen.
"Seluruh harga ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi pasar dan kebijakan dari masing-masing perusahaan," pungkas Risvandika. (u1)
| Pasokan Cabai di Bangka Selatan Mencukupi |
|
|---|
| Uji Kir Gratis di Bangka Selatan Sepi, Dua Tahun Terakhir, Anjlok Lebih dari 50 Persen |
|
|---|
| Bahas Penyelenggaraan Pemerintahan dan Manajemen ASN, Pemkab Basel Koordinasi dengan DPR RI |
|
|---|
| Harga Sawit di Bangka Selatan Tembus Rp3.050 |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Dorong 5 Gerakan Kurangi Dampak Perubahan Iklim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Petani-mengumpulkan-tanda-buah-segar-TBS-kelapa-sawit-yang-baru-selesai-dipanen.jpg)