Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Belitung

Tanjungpandan Catat Deflasi Terdalam di Babel pada Agustus 2025

Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mencatat deflasi 1,11 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Agustus 2025.

Tayang:
Editor: suhendri
Dok. Bangkapos.com
Kepala BPS Belitung, Baiq Kurniawati 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS — Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mencatat deflasi 1,11 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Agustus 2025.

Deflasi ini menjadi yang terdalam dibandingkan empat kabupaten/kota lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung, Baiq Kurniawati, mengatakan, penyumbang utama deflasi di Tanjungpandan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,55 persen.

“Komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah daging ayam ras sebesar 0,43 persen, kemudian angkutan udara 0,37 persen, dan sekolah dasar 0,20 persen,” kata Baiq dalam rilis berita resmi statistik, Senin (1/9/2025).

Pada Agustus 2025, harga daging ayam ras di Pasar Tanjungpandan turun signifikan menjadi Rp30.000–Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya sempat menyentuh Rp45.000 per kilogram selama dua bulan terakhir.

Baiq menyebutkan turunnya harga tersebut dipengaruhi pasokan ayam yang cukup melimpah di pasaran.

“Meskipun stok ayam banyak, namun sepinya pembeli dan persaingan pasar juga menjadi salah satu faktor yang menekan harga ayam ras,” ujarnya.

Selain daging ayam ras, beberapa komoditas hortikultura juga mengalami penurunan harga karena memasuki masa panen raya, antara lain, cabai rawit, sawi hijau, dan kangkung.

Sementara itu, secara tahunan (year on year), Tanjungpandan turut mengalami deflasi 0,13 persen pada Agustus 2025.

Baiq menyebut, penyumbang terbesar deflasi tahunan adalah kelompok pendidikan dengan andil 0,60 persen.

“Komoditas utama yang memberikan andil deflasi year on year adalah sekolah menengah atas sebesar 0,44 persen, daging ayam ras 0,31 persen, dan angkutan udara 0,31 persen,” katanya.

Adapun secara tahun kalender (year to date) atau periode Januari–Agustus 2025, Tanjungpandan tercatat mengalami deflasi 0,08 persen.

Deflasi Tanjungpandan secara tahun kalender ini berada jauh di antara target pemerintah, yakni tingkat inflasi 2,5±1 persen atau rentang 1,5-3,5 persen. 

Komoditas penyumbang utama deflasi adalah sekolah menengah atas, daging ayam ras, dan angkutan udara. 

Sementara itu, komoditas yang justru memberikan andil inflasi di Tanjungpandan pada Agustus 2025, untuk inflasi bulanan (m-to-m) adalah ikan selar atau ikan tude, ketimun, dan ikan bulat.    

Untuk inflasi tahunan (y-on-y), penyumbang utama adalah bawang merah, cumi-cumi, dan beras. Adapun inflasi tahun kalender (y-to-d) ditopang oleh ikan bulat, beras, dan cumi-cumi. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved