Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Selatan

Harga Daging Ayam di Toboali Naik Rp6.000

Harga daging ayam di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
PERSIAPKAN DAGANGAN -- Seorang pedagang ayam di Pasar Terminal Toboali ketika tengah menyiapkan dagangannya, Minggu (7/9/2025). Sejak empat hari terakhir harga daging ayam terus mengalami kenaikan harga. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Harga daging ayam di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir. Kenaikan harga daging ayam diklaim sangat berdampak pada daya beli masyarakat di pasaran. Bukan mendapatkan keuntungan, pedagang justru mengaku setiap hari pembeli daging ayam semakin menurun.

Hal itu diakui langsung oleh Imam (38) seorang penjual daging ayam di Pasar Terminal Toboali. Harga ayam mengalami kenaikan selama hampir empat hari terakhir. Naiknya harga ayam bahkan sempat mengagetkan penjual pedagang ayam seperti dirinya. 

Biasanya kenaikan harga ayam dilakukan secara bertahap, justru kini mengalami kenaikan secara tiba-tiba dan cukup signifikan. "Saat ini harga ayam naik kisaran Rp3.000 sampai Rp6.000 per kilogram. Naiknya secara tiba-tiba," kata Imam, Minggu (7/9).

Imam mengaku semula harga daging ayam dibanderol dengan harga Rp28.000 per kilogram khusus ayam bulat. Sejak empat hari lalu harga ayam bulat merangkak naik sebesar Rp5.000 menjadi Rp33.000 per kilogram. 

Kondisi serupa turut berdampak terhadap harga jual daging ayam potong per kilogram yang ikut naik. Semula harga ayam potong dijual Rp33.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp5.000-Rp7.000 menjadi Rp28.000-Rp40.000 per kilogramnya.

Tergantung kondisi daging ayam yang dijual oleh pedagang di pasar. Kenaikan harga ini sangat berimbas terhadap daya beli masyarakat yang setiap hari kian menurun. Tak jarang masyarakat turut mengurangi porsi pembelian daging ayam, khususnya penjual bakso. Semula mereka bisa membeli hingga lima sampai tujuh kilogram per hari kini hanya membeli setengahnya saja.

"Daya beli masyarakat semua mengeluh. Termasuk pembeli langganan yang biasa menjual bakso, karena harganya naik turut mengurangi pembelian," papar Imam.

Sepengetahuan dirinya kenaikan harga ayam terjadi lantaran keterbatasan stok di perusahaan penyedia ayam lokal. Meskipun demikian ia tak mengetahui penyebab pasti berkurangnya stok ayam di perusahaan penyedia. "Stok ayam tidak ada. Karena semua dari PT, jika ada stok ayam untuk dijual di pasar mungkin harga bisa stabil lagi," sebutnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ida (48). Harga ayam bulat yang ia jual biasanya berada pada rentang harga Rp26.000-Rp28.000 per kilogram kini menyentuh harga Rp35.000 per kilogram. Biasanya kenaikan harga daging ayam secara bertahap sebesar Rp1.000 per hari. Namun kondisinya kali ini justru naik hingga Rp6.000 per kilogramnya.

Dirinya berharap pemerintah daerah bisa mengambil langkah antisipasi penyebab kenaikan harga daging ayam. Jangan sampai kenaikan harga daging ayam membebani masyarakat termasuk pedagang. Pasalnya pedagang tidak menerapkan keuntungan yang besar dalam menjual setiap kilogram daging ayam.

"Karena harga daging ayam naik, masyarakat lebih beralih membeli ikan," ucapnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved