Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka

Pencari Ikan Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Air Anyir

Nasib malang dialami Harianto (54), seorang pencari ikan yang kehilangan nyawa di perairan Air Anyir, Kecamatan Merawang.

Istimewa/ dok Warga
PENCARI IKAN TENGGELAM - Jenazah Harianto (54), seorang pencari ikan saat dievakuasi ke rumah duka, Senin (8/9/2025). Dia meninggal saat menjaring ikan di perairan Air Anyir, Kecamatan Merawang, Bangka. 

MERAWANG, BABEL NEWS - Nasib malang dialami Harianto (54), seorang pencari ikan yang kehilangan nyawa di perairan Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Senin (8/9) pagi. Mayat pria asal Kelurahan Bukit Merapin, Pangkalpinang itu ditemukan terdampar di pesisir pantai.

Kronologi peristiwa itu bermula ketika korban bersama dengan seorang temannya yang bernama Riko datang ke Pantai Herman Po, perairan Air Anyir Merawang untuk memasang jaring ikan, Minggu (7/9) malam.

Kapolsek Merawang, Iptu Muhammad Ryan Nofiandy menjelaskan, korban dan temannya tiba di pantai tersebut sekira pukul 21.12 WIB dan menitipkan motornya di salah satu pondok di pinggir pantai.

Keduanya kemudian pamit ke laut untuk memasang jaring ikan di Pantai Pukan 1, dekat pantai Herman Po. Setelah beberapa jam, tepatnya sekira pukul 02.00 WIB, Senin (8/9) dini hari, Riko terlebih dahulu naik ke daratan. "Saudara Riko menanyakan kepada saksi apakah Harianto (korban-red) sudah naik ke darat, kemudian saksi menjawab belum terlihat," jelas Muhammad Ryan Nofiandy.

Diakuinya, Riko mengatakan sudah kedinginan dan ingin pulang. Riko pun menitip pesan kepada saksi apabila Harianto (korban) naik ke darat untuk mengatakan bahwa dirinya sudah pulang duluan.

Lebih lanjut, sekira pukul 04.00 WIB, Riko bersama istrinya kembali lagi ke pantai Herman po dan menanyakan kepada saksi terkait keberadaan korban yang ternyata belum ada naik ke daratan. "Karena khawatir, Riko menghubungi keluarga yang lain dan menceritakan korban turun ke pantai dari pukul 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB belom juga naik ke daratan," ungkap Muhammad Ryan Nofiandy.

Lebih lanjut, dari keterangan saksi yang lain, korban diketahui memang sering melakukan aktivitas memasang jaring ikan pada malam hari di Pantai Pukan.

Muhammad Ryan Nofiandy menyebut bahwa korban meninggal dunia diduga karena kelelahan dan kedinginan. "Untuk korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan," ujarnya.

Kata dia, pihak keluarga korban juga sudah ikhlas atas peristiwa ini dan menganggap kejadian ini merupakan kehendak Allah Swt. "Jenazah sudah berada di Pangkalpinang di rumah korban untuk dilakukan pemakaman," jelasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved