Rabu, 22 April 2026

Berita Belitung

Dugaan Penipuan Relawan MBG di Belitung, DPRD Minta Korban Lapor Polisi

Dugaan penipuan dalam perekrutan relawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari DPRD Belitung.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Ketua Komisi I DPRD Belitung, Suherman. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Dugaan penipuan dalam perekrutan relawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari DPRD Belitung. Wakil rakyat ini meminta masyarakat yang merasa dirugikan perlu segera melapor ke aparat penegak hukum (APH).

"Kami mendorong supaya ada kepastian hukum. Ini baru sebatas dugaan, jangan sampai program Presiden Prabowo dicederai kalau memang itu betul terjadi," kata Ketua Komisi I DPRD, Suherman, Kamis (11/9).

Ia menjelaskan, laporan resmi diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya kewajiban calon relawan atau pihak yang mau bekerja untuk menyetorkan uang. Jika memang ada, mekanismenya harus jelas.

Namun bila tidak, praktik penyetoran uang pada rekrutmen relawan dapur umum berpotensi merupakan penipuan. "Kalau pihak merasa korban, silakan membuat laporan polisi. Kami berharap APH melakukan penyelidikan dan penyidikan agar program pemerintah tidak tercederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Ia menilai penyidik berwenang penuh menelusuri kebenaran dugaan pungutan tersebut sekaligus mengumpulkan barang bukti dari korban. Ia mendorong masyarakat berani menempuh jalur hukum agar proses dapat berjalan sesuai aturan.

Harapannya, aparat penegak hukum bisa segera memberikan kejelasan sehingga program pemerintah pusat dapat terlindungi dari upaya pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi. 

Sebelumnya diberitakan, lebih dari 100 warga Belitung diduga menjadi korban penipuan berkedok perekrutan relawan dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para calon relawan diminta membayar Rp160 ribu per orang dengan alasan biaya pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan, namun hingga kini kegiatan tersebut tak kunjung berjalan.

Seorang calon relawan, Fauzi (bukan nama sebenarnya) menuturkan, perekrutan itu dilakukan lewat seorang penyalur. Rencana dapur MBG disebut akan berdiri di kantor pemasaran perumahan yang berlokasi di Desa Aik Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung.

"Awalnya kami dijanjikan bekerja di dapur umum yang akan menyiapkan 6 ribu paket makan bergizi gratis. Tapi syaratnya harus setor Rp160 ribu untuk pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan," kata Fauzi, Rabu (10/9).

Jumlah calon relawan yang tergabung diperkirakan lebih dari seratus orang yang tergabung di grup WhatsApp. Selain iuran awal, mereka juga sempat diminta membayar biaya seragam sebesar Rp300 ribu, dengan opsi uang muka Rp50 ribu.

Fauzi menyebut, pihak penyalur mengaku menyalurkan uang ke seseorang yang mengaku sebagai penanggung jawab rencana dapur MBG dan memiliki hubungan dengan pihak pusat. Namun, hingga tiga bulan berjalan, kegiatan tak kunjung terealisasi.

"Uang sudah dikumpulkan, rapat sudah beberapa kali, tapi hasilnya tidak ada. Bahkan penyalur juga mengaku ikut jadi korban, keluar uang sekitar Rp5 juta untuk menalangi biaya pemberkasan," jelasnya.

Kecurigaan semakin menguat ketika sejumlah calon relawan maupun penyalur mendapati penanggung jawab utama sulit dihubungi.

Merasa dirugikan, para korban akhirnya mendesak agar kasus tersebut dilaporkan ke kepolisian.

Menurut Fauzi, penyalur menyebut laporan sudah disampaikan ke Polres Belitung atas kejadian tersebut.

"Banyak yang sudah menunggu kabar, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan," ujar Fauzi.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Belitung, Enggit Clara, menegaskan perekrutan relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipungut biaya.

Ia juga memastikan belum ada rencana pendirian dapur umum MBG di perumahan Desa Aik Rayak, Tanjungpandan. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved