Berita Bangka Selatan
Perbaikan Dua Proyek Infrastruktur, Pemkab Bangka Selatan Anggarkan Rp2,3 Miliar
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan akan segera memperbaiki sejumlah infrastruktur mobilitas masyarakat yang rusak di daerah itu.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan akan segera memperbaiki sejumlah infrastruktur mobilitas masyarakat yang rusak di daerah itu. Termasuk perbaikan Jembatan Sungai Nyire dan jalan putus akibat banjir di Desa Keposang, Kecamatan Toboali. Ditargetkan perbaikan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat tersebut rampung digarap pada akhir tahun 2025 ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi mengatakan, pemerintah daerah telah mengalokasikan dana kurang lebih mencapai Rp2,3 miliar untuk perbaikan infrastruktur. Anggaran tersebut telah disepakati ketika rapat paripurna pada Jumat (12/9).
Khususnya lewat penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun 2025. "Dana untuk perbaikan telah dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2025 dan sudah disetujui," kata Elfan Rulyadi, Kamis (18/9).
Elfan Rulyadi membeberkan alokasi anggaran Rp2,3 miliar nantinya akan digunakan untuk dua kegiatan perbaikan infrastruktur. Pertama, yakni perbaikan Jembatan Sungai Nyire, Desa Pergam senilai Rp300 juta. Dilanjutkan perbaikan Jalan Pijal Melayu, Desa Keposang yang putus akibat banjir pada tahun 2024 lalu senilai Rp2 miliar.
Diakuinya, perbaikan dua infrastruktur tersebut dinilai krusial karena berdampak langsung terhadap masyarakat. Khususnya Jembatan Sungai Nyire menjadi akses mobilitas masyarakat masyarakat setempat ke areal persawahan.
"Sedangkan untuk Jalan Pijal Melayu merupakan penghubung utama antara dusun sekitar. Menjadi satu-satunya jalur penghubung berbagai kendaraan baik masyarakat maupun logistik atau pedagang," ujar Elfan Rulyadi.
Elfan Rulyadi menargetkan pada bulan Oktober 2025 kedua proyek tersebut sudah mulai dilakukan pengerjaan. Saat ini pihaknya masih menunggu tahapan evaluasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dirinya meminta doa dan dukungan masyarakat supaya pengerjaan dua proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar. "Perkiraan kami awal Oktober 2025 kemungkinan akan dilakukan pengerjaan," ucap Elfan Rulyadi.
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan Fraksi Partai Demokrat, Suwandi mengatakan sudah ada evaluasi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ihwal rencana pembangunan Jembatan Sungai Nyire. Oleh sebab itu, pembangunan jembatan penghubung antara kecamatan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat. Mengingat kondisi jembatan saat ini nyaris putus dan dikhawatirkan menghambat aktivitas warga.
"Jembatan Sungai Nyire sudah hampir putus, sementara aktivitas masyarakat seperti berkebun sangat padat," kata Suwandi.
Suwandi berharap tidak ada lagi kendala administratif dalam proses evaluasi provinsi supaya pembangunan bisa segera dimulai. Semakin lama tertunda, semakin besar risiko yang dihadapi masyarakat yang setiap hari melewati jembatan tersebut. Jangan sampai saat dilewati tiba tiba ambruk dan menyebabkan korban jiwa.
"Tolong kepada dinas terkait untuk jemput bola, jangan sampai ada korban dari rusaknya Jembatan Sungai Nyire," pungkas Suwandi. (u1)
| Tiga Perempuan Rentan Terima Bantuan Atensi Rp12 Juta |
|
|---|
| Hari Keenam Pencarian Warga Diduga Diserang Buaya, Basarnas Kerahkan Drone Thermal |
|
|---|
| Jaga Stabilitas Fiskal Daerah, TPP ASN Bangka Selatan Dipotong 30 Persen |
|
|---|
| DLH Batasi Penggunaan Kantong Sekali Pakai |
|
|---|
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250114-Jembatan-Sungai-Nyire.jpg)