Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka Selatan

Terus Bertambah, Produksi Jagung di Bangka Selatan Tembus 123,53 Ton

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus menggenjot produksi jagung di daerah itu.

Dokumentasi Polsek Payung
PANEN JAGUNG - Kapolsek Payung, Iptu Marto Sudomo ketika melakukan panen jagung tahap pertama kuartal III di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Pulau Besar, Rabu (13/8/2025). Total lima ton jagung berhasil dipanen dalam kegiatan tersebut. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus menggenjot produksi jagung di daerah itu. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan jagung nasional yang terus meningkat. Sekaligus merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencapai swasembada pangan. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Luhung Amin Firdaus mengatakan, pada tahun 2025 ini produksi jagung terus ditingkatkan. Selama periode bulan Januari-Agustus 2025 produksi jagung telah mencapai 123,53 ton. 

Jumlah tersebut diprediksi jauh lebih banyak lantaran belum ditambah dengan produksi jagung mitra polri. "Untuk produksi jagung sampai dengan bulan Agustus 2025 sudah mencapai 123,53 ton," kata Luhung Amin Firdaus, Selasa (23/9).

Menurutnya, luas tanam jagung pada tahun 2025 ini dialokasikan seluas 230 hektare. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua kategori, yakni lahan seluas 100 hektare menjadi target pemerintah. Sementara 130 hektare lahan lainnya merupakan target Polri dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya jagung. Sementara untuk luas lahan yang telah dipanen mencapai 77,13 hektare.

Dari lahan seluas itu mampu memproduksi jagung sebanyak 123,53 ton jagung. Jumlah luasan lahan masih akan terus bertambah seiring dengan masa panen jagung pada kuartal ketiga. Sementara target produksi jagung daerah telah terealisasi sebanyak 50 persen. 

Hingga akhir tahun nantinya akan ada bantuan bibit jagung untuk 230 hektare lahan guna memenuhi kuota produksi pada tahun 2025. "Sentra produksi jagung ada di Kecamatan Pulau Besar, Kecamatan Payung, Kecamatan Airgegas dan Kecamatan Toboali," ujar Luhung Amin Firdaus.

Diakuinya, jagung adalah salah satu komoditas penting dalam sektor tanaman pangan di Indonesia dan menjadi salah satu palawija utama. Peningkatan produksi jagung berdampak positif pada perekonomian melalui pemenuhan kebutuhan nasional. 

Sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor jagung. Pemerintah daerah bekerja sama dengan petani untuk memberikan bantuan bibit unggul guna meningkatkan produktivitas lahan jagung. 

Strategi ini mencakup peningkatan hasil per hektare alias intensifikasi dan perluasan lahan baru atau ekstensifikasi untuk meningkatkan produksi jagung nasional. Pemerintah juga memastikan harga jagung stabil untuk menjaga motivasi petani dan mencegah anjloknya harga yang dapat menurunkan semangat produksi. 

Daya beli jagung turut disesuaikan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) jagung yang naik dari Rp5.000 menjadi Rp5.500 per kilogram. "Alhamdulillah petani kami arahkan ke Bulog atau penerima jagung di Pangkalpinang. Harganya kisaran Rp5.500-Rp6.000 per kilogram untuk jagung kering pipil," ujarnya.

Luhung Amin Firdaus mengajak semua pihak mendukung swasembada pangan. Solidaritas dan dukungan penuh dari berbagai elemen ini menjadi bukti nyata komitmen terhadap kemajuan sektor pertanian jagung di Kabupaten Bangka Selatan. "Insya Allah akhir tahun target sudah bisa dipenuhi secara 100 persen," pungkas Luhung Amin Firdaus(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved