Rabu, 22 April 2026

Berita Belitung

Desa Bantan Sukses Kelola Usaha Ayam Petelur, Sehari, Capai 1.400 Butir

Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, kini bisa berbangga karena telah berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam petelur.

IST/Dokumentasi Pemdes Bantan
AYAM PETELUR - Kepala Desa Bantan Suhandi (kanan) meninjau kandang ayam milik BUMDes bersama BPD pada Jumat (17/10/2025). Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini telah berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. 

MEMBALONG, BABEL NEWS - Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, kini bisa berbangga karena telah berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Saat ini hasil panen mampu menghasilkan rata-rata 1.400 butir telur per hari dari dua kandang yang mereka kelola.

Kepala Desa Bantan, Suhandi mengatakan, dua kandang tersebut masing-masing dikelola oleh kelompok desa dan BUMDes. Produksi harian yang dihasilkan sejauh ini bahkan sudah mampu memenuhi kebutuhan telur masyarakat setempat.

"Kalau untuk kebutuhan lokal sebenarnya sudah cukup. Tapi kalau ada warga yang hajatan atau pesanan dari luar, hasil panennya belum bisa mencukupi. Permintaan pasar telur ayam ini memang luar biasa," ujar Suhandi, Jumat (17/10).

Ia menceritakan, usaha ayam petelur ini pertama kali dimulai pada awal tahun 2024 dengan 750 ekor bibit ayam. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Permendes Nomor 13 Tahun 2020 yang mendorong pengembangan ekonomi desa.

Sementara itu, kandang kedua yang dikelola oleh BUMDes Bantan mulai beroperasi pada Mei 2025 dengan tambahan 900 ekor ayam. Kandang ini dikembangkan sesuai dengan Permendes Nomor 3 Tahun 2025.

"Awalnya kami memilih beternak ayam petelur karena dulu kebutuhan telur di Desa Bantan masih didatangkan dari luar. Sebelum membuka usaha, kami sempat rapat dengan para pemilik toko agar bisa menampung hasil panen telur dari desa," jelas Suhandi.

Meski kini berhasil, Suhandi tak menampik sempat mengalami kendala di awal. Menurutnya, desa sempat kehabisan modal karena kurang pengalaman dalam menghitung biaya pakan awal.

"Waktu itu salah perhitungan. Modal untuk pakan awal tidak terakomodir, jadi kami sempat berutang dulu untuk biaya makan ayam selama sebulan. Tapi masuk bulan kedua, ayam sudah mulai bertelur, jadi usaha bisa berputar lagi," katanya.

Berbeda dengan kandang milik BUMDes yang sejak awal sudah memiliki perhitungan matang sehingga tidak menemui kendala berarti. Kini, dua kandang ayam petelur di Desa Bantan sudah bisa dikatakan mandiri. 

"Untuk kandang desa sudah mandiri di usia satu tahun tiga bulan. Karena ayam mulai afkir di usia dua tahun, jadi sekarang sudah stabil produksinya," ujar Suhandi.

Ia menjelaskan, biaya operasional harian terutama untuk pakan menjadi fokus utama, namun semua sudah berjalan baik berkat dukungan manajemen dan pendapatan rutin dari hasil telur.

Tak berhenti di situ, Desa Bantan juga berencana memperluas usaha pada tahun depan. "Rencananya awal Januari 2026, BUMDes akan menambah satu kandang baru dengan kapasitas 500 ekor ayam bibit baru. Itu tanpa penyertaan modal dari desa, karena mereka sudah mandiri dari hasil panen," ungkap Suhandi

Suhandi berharap keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Belitung untuk mengembangkan potensi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (dol)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved