Berita Belitung Timur
Harga Ayam di Pasar Lipat Kajang Tembus Rp50 Ribu
Harga ayam potong di Pasar Lipat Kajang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.
MANGGAR, BABEL NEWS - Harga ayam potong di Pasar Lipat Kajang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Kini harga jual ayam mencapai Rp50 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang ayam, Talib mengatakan, kenaikan harga ini terjadi karena stok ayam di pasaran mulai menipis. "Stok ayam hidup sekarang memang agak langka. Ayam dari Bangka sudah mulai masuk, tapi harganya mahal, sedangkan ayam dari Jakarta kosong," ujar Talib, Senin (20/10).
Menurutnya, harga ayam terus meningkat sejak minggu lalu seiring dengan tingginya permintaan. "Kalau permintaan tetap tinggi karena kita isi ke pelanggan tetap seperti usaha makanan, warung, dan toko sembako. Jadi mau tidak mau tetap kita jual, meski harga naik," jelasnya.
Talib menuturkan, kondisi ini terjadi karena rantai pasokan ayam hidup terganggu di beberapa daerah penghasil. Ia memperkirakan harga baru akan kembali normal sekitar tiga minggu ke depan, jika pasokan ayam mulai stabil.
"Kalau suplai ayam hidup, terus ayam dari Bangka dan Jakarta lancar lagi, kemungkinan harga bisa turun," tambahnya.
Talib berharap kondisi pasar bisa segera pulih agar harga kembali stabil. "Semoga pasokan ayam bisa lancar lagi, biar harga juga turun dan pembeli tidak keberatan," ujarnya.
Upik, pedagang mi ayam di Belitung Timur, mengaku tetap berusaha bertahan tanpa menaikkan harga jual dagangannya. Meski harga bahan baku meningkat, Upik memilih untuk menyesuaikan keuntungan agar pelanggan tetap bisa menikmati mi ayam buatannya dengan harga terjangkau.
"Sebenarnya sudah nggak kaget, bahan baku kan memang nggak mungkin normal terus, pasti ada naik turunnya," ujar Upik saat ditemui di warungnya, Senin.
Upik biasanya membeli ayam antara 10 hingga 20 kilogram per hari untuk kebutuhan jualan. Kenaikan harga ayam, menurutnya, tentu berpengaruh pada biaya produksi, namun ia enggan membebankan kondisi ini kepada pembeli.
"Kami kan kalau situasi begini, tidak mungkin menaikkan harga mie ayam. Jadi ya dapat untungnya sedikit, beda waktu harga ayam stabil," jelasnya.
Meski menghadapi tantangan harga bahan baku yang naik, Upik bersyukur karena permintaan tetap stabil. "Alhamdulillah, permintaan tetap ramai. Pembeli juga banyak yang sudah langganan, jadi kami tetap semangat jualan," tambahnya.
Upik berharap harga ayam di Belitung Timur dapat segera normal kembali. "Mi ayam kan jadi bahan baku utama dagangan, kami dari pedagang pasti berharap harga normal kembali, jadi ya untungnya juga tidak tipis seperti sekarang," harapnya. (y1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20251020-Lapak-milik-Talib-di-Pasar-Lipat-Kajang-Kecamatan-Manggar-Beltim.jpg)