Jumat, 5 Juni 2026

Berita Belitung Timur

Gusmiyati Lega Air Tak Lagi Naik, Tiga Hari, Warga Belitung Timur Dilanda Banjir Rob

Rumah Gusmiyati yang terletak di Dusun Kurnia, menjadi salah satu rumah yang tergenang banjir rob selama tiga hari berturut.

Tayang:
Posbelitung.co
Gusmiyati, salah satu warga Belitung Timur yang terdampak banjir rob selama tiga hari letakhir. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Sudah tiga hari Gusmiyati hidup dalam kecemasan. Di dalam rumahnya yang masih lembap dan berantakan, ia melangkah hati-hati di lantai yang belum sempat dipel, sambil mengawasi setiap sudut, takut jika air laut kembali masuk seperti beberapa hari sebelumnya.

Rumah Gusmiyati yang terletak di Dusun Kurnia, Desa Kurnia Jaya, Manggar, Belitung Timur, menjadi salah satu rumah yang tergenang banjir rob selama tiga hari berturut-turut sejak Sabtu (6/12) hingga Senin (8/12).

Menurut Gusmiyati, tinggi genangan mencapai mata kaki orang dewasa atau sekitar 20 sentimeter, merendam hampir seluruh bagian rumah. "Air masuk dari arah dapur sampai ke depan rumah, makannya ini belum sempat dipel, takut hari ini kena banjir lagi," ujar Gusmiyati, Selasa (9/12).

Ia mengungkapkan, kesulitan yang dialami selama banjir berlangsung. Sejumlah barang rumah tangga seperti kasur dan kursi rusak terendam air. "Rasanya susah sekali, barang-barang banyak yang habis," ucapnya.

Hari ini, Gusmiyati bahkan terpaksa tidak bekerja demi menjaga rumah karena masih dihantui rasa was-was bila banjir kembali datang sewaktu-waktu. Kini Gusmiyati bernapas lega, rumahnya tak lagi diterjang banjir dikarenakan air yang tak pasang. "Alhamdulillah hari ini air pasang tidak naik. Biasanya jam segini, sekitar pukul 09.00 WIB, air sudah masuk. Biasanya baru surut siang," katanya.

Ia menjelaskan, banjir rob bukan hal baru bagi keluarganya. Setiap tahun, khususnya pada bulan Desember, rumahnya hampir dipastikan menjadi langganan banjir rob dua kali dalam sebulan. "Tahun ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya," ungkapnya.

Gusmiyati berharap pemerintah dapat mengambil langkah pencegahan agar banjir rob tidak terus terjadi. Salah satunya dengan meninggikan talud di belakang rumahnya. "Harapan saya taludnya bisa ditinggikan supaya kalau air pasang tidak masuk lagi," harapnya.

Puncak banjir rob
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belitung Timur terus melakukan upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak lanjutan banjir rob yang terjadi di sejumlah titik di wilayahnya. BPBD memastikan, wilayah Belitung Timur telah melewati puncak banjir rob pada Senin (8/12).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Belitung Timur, Robby Yanuar mengatakan, kondisi air laut mulai menunjukkan penurunan signifikan. "Hari ini 9 Desember 2025 sebenarnya sudah memasuki pengujung puncak tingginya air laut. Dengan ketinggian 3,1 meter untuk Kabupaten Belitung Timur terjadi sekitar pukul 9 pagi, dan setelah lewat pukul 10 air sudah surut," ujar Robby Yanuar, Selasa (9/12).

Ia memastikan bahwa dalam beberapa hari ke depan kondisi pasang surut diprediksi kembali normal. "Untuk beberapa hari ke depan sudah normal dan mulai landai. Namun pada tanggal 20-23 diperkirakan terjadi puncak pasang kedua yang lebih pagi, sekitar pukul 7-8 pagi dan menjelang akhir tahun kondisi akan kembali stabil," ungkapnya.

Meski demikian, BPBD tetap mengingatkan masyarakat pesisir untuk tetap waspada. Ia menyebutkan potensi banjir rob masih mungkin terjadi di awal Januari. "Kemungkinan terbesar banjir rob yang kita khawatirkan terjadi lagi di awal Januari. Mudah-mudahan tidak separah tahun kemarin," harapnya.

BPBD Belitung Timur terus melakukan pemantauan rutin serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah rawan rob. (y1)

Aktif Pantau Potensi Bencana
BUPATI Belitung Timur, Kamarudin Muten mengingatkan para camat dan kepala desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Belitung Timur. Hal itu disampaikan dalam audiensi Pemdes se-Belitung Timur yang berlangsung di Waterboom Mekar Jaya, Manggar, Senin (8/12).

Ia menekankan pentingnya tindakan preventif sejak dini, terutama melalui peran pemerintah desa dan partisipasi masyarakat. "Kami minta kita sama-sama menjaga kampung kita. Untuk camat dan kades segera menggerakkan warga untuk gotong royong. Pastikan parit, selokan, dan drainase bersih dari sampah maupun sedimen. Jangan sudah terjadi baru kalang kabut," kata Kamarudin Muten.

Kamarudin Muten juga mengingatkan, kemampuan tanah menyerap air sangat krusial di tengah tingginya intensitas hujan. Sehingga penting untuk rutin mengecek titik-titik rawan, termasuk bantaran sungai, cekungan, dan kawasan pemukiman padat.

"Kita harus memastikan serapan air baik dan aliran tidak tersumbat. Para kades harus turun langsung memantau wilayahnya, jangan menunggu kejadian baru bertindak," tegasnya.

Pemerintah Belitung Timur bersama BPBD Belitung Timur telah menyiapkan tim monitoring cuaca dan unit tanggap darurat untuk menghadapi kemungkinan bencana dan terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. (y1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved