Rabu, 29 April 2026

Berita Bangka Tengah

Pemkab Bangka Tengah Gandeng Kementerian Tangani Banjir Rob

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus berupaya mencari solusi penanggulangan potensi banjir rob yang kerap terjadi di sejumlah wilayahnya.

Tayang:
Bangkapos.com/Rifqi Nugroho
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda (tengah) saat memberikan keterangan pada awak media, Senin (8/12/2025). 

KOBA, BABEL NEWS - Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda memastikan jika Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus berupaya mencari solusi penanggulangan potensi banjir rob yang kerap terjadi di sejumlah wilayahnya. Upaya pencegahan itu juga dilakukan melalui koordinasi bersama sejumlah instansi vertikal khususnya beberapa satuan kerja di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Efrianda mengatakan, kolaborasi bersama jajaran kementerian itu diperlukan untuk menghadirkan suatu penanganan jangka panjang. "Kemarin, kami bersama teman-teman Dinas PU, bersama dengan BWS, kemudin juga dengan jajaran Badan Jalan Nasional sudah melakukan rapat. Jadi harus merumuskan penanganannya bagaimana, harus kita segera rumuskan," ujar Efrianda, Kamis (11/12).

Dirinya berharap, rumusan hasil kolaborasi itu bisa segera ditindaklanjuti untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sudah sering kali terdampak. "Mudah-mudahan, perencanaan itu bisa teralisasi, dengan sokongan dari anggaran teman-teman kementerian," tambahnya.

Terlebih lagi saat ini, anggaran dari pemerintah daerah sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. "Karena kalau mengandalkan anggaran Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, rasanya saat ini hampir tidak mungkin. Makanya kita berusaha untuk berkoordinasi dengan pusat," pungkasnya.

Seperti diketahui, lebih dari 100 rumah di wilayah Kabupaten Bangka Tengah ikut terdampak puncak pasang maksimum air laut perairan Pulau Bangka, pada Senin (8/12).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Yudhi Sabara menyebutkan, pasang maksimum air luat tersebut mengakibatkan 123 rumah di daerah rawan banjir rob ikut tergenang.

Menurut Yudhi Sabara, dari jumlah keseluruhan itu Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba menjadi daerah paling banyak terkena dampak dengan total 95 rumah ikut tegenang. "Kemudian di Sinar Laut (Koba) satu rumah, Padang Mulia 12 rumah. Sementara Desa Batu Belubang ada 15 rumah," ujar Yudhi Sabara. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved