Minggu, 26 April 2026

Berita Bangka Tengah

Pelajar SMKN 2 Koba Pamerkan Produk Usaha di Danau Kaolin

Puluhan pelajar jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMKN 2 Koba, menggelar pameran ragam produk usaha di kawasan wisata Danau Kaolin.

Dokumentasi
PAMERAN PRODUK USAHA - Pelajar SMKN 2 Koba saat menggelar pameran ragam produk usaha di kawasan wisata Danau Kaolin, Koba, Bangka Tengah, pada Sabtu (25/4). 

KOBA, BABEL NEWS - Puluhan pelajar jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMKN 2 Koba, menggelar pameran ragam produk usaha di kawasan wisata Danau Kaolin, Koba, Bangka Tengah, pada Sabtu (25/4). Beberapa produk usaha yang dipamerkan di antaranya, produk usaha lilin aroma terapi dari limbah gaharu, pengelolaan ampas kelapa dijadikan panganan unik, dam pengelolaan daun resam dijadikan minyak pijat.

Guru Pengampu, Ardian Sufandi menyampaikan, produk-prouk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan pemanfaatan limbah lokal yang selama ini kurang dimaksimalkan. 

"Pembelajaran seperti ini sangat penting, karena kita lihat bahwa kerusakan lingkungan dampak penambangan timah sebagaian besar disebabkan oleh para generasi muda yang terkadang tidak peduli. Oleh karena itu mumpung mereka masih kelola hal ini harus ditanam pada pribadi setiap peserta didik bahwa mencari uang tidak serta merta harus menambang timah," ujar Ardian Sufandi, Minggu (26/4).

"Mereka bisa berwirausaha dengan mengaitkan keberlanjutan objek wisata bekas tambang timah yang unik, yang jarang dijumpai ditempat lain. misalnya memberi pengalaman berharga konsumen yang membeli produk mereka satu produk satu pohon untuk ditanam di sekitar kolong tambang timah," tambahnya.

Dirinya mengakui, kegiatan ini tidak hanya sekadar menjadi ajang pameran bagi peserta didik, akan tetapi merupakan bentuk nyata pembelajaran yang kontekstual mengintegrasikan, kewirausahaan, pengabdian terhadap lingkungan dan penguatan karakter peserta didik. "Para pelajar dilatih untuk bisa berpikir kreatif, inovatif, serta mampu membaca kesempatan dengan mengaitkan masalah dan peluang pada kepariwisatan yang berkelanjutan," sebutnya.

Ia menyebutkan, kegiatan ini turut melibatkan paguyuban orang tua yang memberikan dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan hijau untuk keberlanjutan objek wisata. "Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, akan tetapi juga memiliki kesadaran ekologi yang kuat terhadap lingkungan," ujarnya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved