Rabu, 29 April 2026

Berita Kriminal

Buruh Harian di Toboali Jadi Korban Pengeroyokan 

Warga Jalan Kapten Robani Kadir, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan ini, menjadi sasaran tiga pelaku dalam kejadian tersebut.

Tayang:
Bangkapos.com
DIGIRING POLISI - RN (25), buruh harian lepas warga Jalan Damai, Kelurahan Toboali saat digiring polisi menuju ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Bangka Selatan, Rabu (29/4). RN ditangkap atas dugaan tindak pidana pengeroyokan bersama dua rekannya yang masih buron. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Seorang buruh harian berinisial JH (39), kehilangan gigi palsu usai dikeroyok secara brutal karena salah paham soal tuduhan pencurian solar di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Warga Jalan Kapten Robani Kadir, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan ini, menjadi sasaran tiga pelaku dalam kejadian tersebut. Polisi kini telah mengamankan satu pelaku utama inisial RN (25), dan memburu dua lainnya yang masih buron.

Kepala Seksi Humas Polres Bangka Selatan, Iptu GJ Budi, mengatakan insiden pengeroyokan bermula saat korban hendak berbelanja ke toko kelontong di kawasan tersebut pada Selasa (14/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam perjalanan, korban berpapasan dengan pelaku RN bersama dua rekannya, Z dan F. 

Ketiganya langsung menuduh korban mencuri bahan bakar minyak (BBM) jenis solar milik keluarga pelaku, namun tuduhan itu dibantah korban. "Peristiwa ini dipicu kesalahpahaman yang kemudian berujung pada tindakan pengeroyokan terhadap korban," kata GJ Budi, Rabu (29/4).

Dikarenakan RN tidak terima dengan bantahan korban, F langsung memukul pelapor sebanyak dua kali. Setelah itu RN ikut memukul pelapor sebanyak dua kali, dilanjutkan dengan Z yang langsung menendang perut pelapor dan memukul korban satu kali pada bagian wajah. 

Tak berselang lama Z mengambil sebilah pisau dari pinggangnya dan menaruh sebilah pisau tersebut di leher pelapor untuk mengancam. Korban kemudian dibawa ke rumah RP yang merupakan bos tempat korban bekerja. Dengan tujuan meminta pertanggungjawaban atas tuduhan tersebut. 

Setibanya di sana situasi justru semakin memanas dengan adanya ancaman lanjutan dari para pelaku. RN diketahui membawa satu bilah tombak, sementara Z kembali melakukan kekerasan dengan memukul kepala korban menggunakan botol plastik. RN juga sempat mendorong ujung tombak ke arah kaki korban hingga mengenai sebanyak dua kali.

Ketegangan mereda setelah istri saksi RP menyatakan kesediaan untuk mengganti kerugian yang dituduhkan para pelaku. Setelah itu, para pelaku meninggalkan korban di lokasi tersebut. Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Bangka Selatan

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka gores pada lengan kiri, korban juga kehilangan gigi palsu akibat pukulan yang diterimanya. "Korban mengalami luka gores dan gigi palsunya lepas akibat pengeroyokan tersebut," jelas GJ Budi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Selasa (21/4), Tim Buser Macan Selatan Polres Bangka Selatan dipimpin Bripka Yobindra Oknanda beserta Anggota melakukan penyelidikan intensif. Polisi mendapatkan informasi keberadaan seorang pelaku di Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. 

Tim kemudian berkoordinasi dengan Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan penangkapan. Pelaku RN berhasil diamankan tanpa perlawanan. "Motif pelaku melakukan pengeroyokan karena salah paham. Sebab keluarga pelaku kehilangan BBM jenis solar," ucapnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved