Berita Belitung
Forkopimda Belitung Antisipasi Jelang Perayaan Nataru, Djoni Jamin Stok Bahan Pokok Aman
Bupati Kabupaten Belitung, Djoni Alamsyah bersama rombongan Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (Sidak) meninjau stok serta harga sembako.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Bupati Kabupaten Belitung, Djoni Alamsyah bersama rombongan Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (Sidak) meninjau stok serta harga sembako menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru pada Selasa (16/12). Rombongan sempat berkeliling mulai dari gudang Bulog di Jalan Teuku Umar dan gudang BTK di Jalan Gatot Subroto.
Di dua lokasi itu, Djoni Alamsyah beserta rombongan meninjau stok beras, gula, terigu serta bahan pokok lainnya. "Kalau beras, terigu dan gula tadi stoknya aman. Tadi di Bulog stok ada 800 ton ditambah dalam pengiriman ada 1.000 ton dan di gudang satunya tadi stok ada 15.000 ton dan akan datang lagi 800 ton," kata Djoni Alamsyah.
Ia menjelaskan bicara stok bapok dapat dihitung berdasarkan kebutuhan rata-rata. Misalnya, kebutuhan terigu itu 1,6 kilogram per orang per bulan dikalikan jumlah penduduk.
Kemudian rombongan melanjutkan meninjau kondisi harga bahan pokok di pasar tradisional seperti bumbu dapur, daging ayam, daging sapi hingga ikan. Menurutnya, secara keseluruhan harga masih normal, tergantung target pasar yang diincar para pedagang.
"Tadi cabai satu kios ada Rp120 ribu tapi sebelahnya Rp100 ribu, jad tergantung konsumen mereka maunya cabai seperti apa. Jadi masih normal, hanya bawang putih tadi agak naik," ujarnya.
Selain itu, diakuinya, harga ikan di pasar juga terbilang normal seperti ikan kembung masih Rp30 ribu. Meskipun harga ikan tenggiri naik di harga Rp70 ribu per kilo. "Intinya pemda dan negara hadir untuk membuat kestabilan harga. Inflasi kita juga bagus, sampai hari ini masih bisa kita pertahankan," katanya.
Terakhir, dari Pasar Tanjungpandan, rombongan mengunjungi Pelabuhan PT Pelindo Regional 2 Tanjungpandan untuk mengecek arus kapal yang melayani pengangkutan bahan pokok. (dol)
Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu
HARGA beberapa jenis bumbu dapur di Pasar Tradisional Tanjungpandan mulai mengalami kenaikan pada Selasa (16/12). Harga cabai rawit misalnya mencapai Rp120 ribu per kilo, sedangkan cabai keriting Rp85 sampai Rp90 ribu per kilonya.
Kemudian, bawang merah sudah mencapai Rp65 ribu per kilo dan bawang putih Rp45 ribu. "Memang seminggu belakangan mulai naik. Tapi harga ini tergantung pedagang ambilnya di harga berapa," ujar Dedek, pedagang di Pasar Tradisional Tanjungpandan.
Menurut Dedek, kenaikan harga bumbu dapur memang berdampak pada kondisi pembeli. Biasanya, pembeli mengurangi takaran timbangan untuk menyiasati kondisi tersebut. "Kalau dampak pasti ada. Banyak yang kaget tapi saya cuman senyum aja, mau gimana lagi," katanya.
Ia menambahkan, kenaikan harga bumbu dapur dipengaruhi beberapa faktor. Terutama kondisi cuaca seperti banjir yang mengganggu hasil panen dan berdampak pada stok barang.
Selain itu, pasokan dari luar daerah yang menyebabkan tambahan harga distribusi. "Banyak sih pengaruhnya, kalau sekarang ini cuaca. Kalau panen terganggu kan stok kurang, belum lagi waktu ngirim di lautnya," jelas Dedek.
Di sisi lain, para pedagang juga harus menanggung rugi jika barang jualannya tidak laku. Terutama komoditi yang mudah susut dan busuk sehingga memengaruhi kualitasnya. "Cabai ini kan tidak tahan lama, mudah busuk juga. Jadi harus pandai-pandai," katanya. (dol)
| INKAI Belitung Timur Rayakan HUT ke-55 di Situ Kulong Minyak |
|
|---|
| Pembangunan Gedung Permanen Pengadilan Negeri, Pemkab Belitung Timur Siapkan Lahan 4.000 Meter |
|
|---|
| Seleksi Program Latih Kerja Panasonic, Kamarudin Dorong Pemuda Jadi Tenaga Kerja Profesional |
|
|---|
| Polisi Selidiki Pembakaran Puluhan Ponton TI Ilegal di Pantai Ulim |
|
|---|
| Babel Miliki Balai Pelestarian Kebudayaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20251216-Bupati-Belitung-Djoni-Alamsyah.jpg)