Berita Bangka Barat

Banjir Rob Rendam 78 Rumah di Kampung Tanjung Mentok

Banjir rob melanda pemukiman warga di Kampung Tanjung, RT 01 RW 14, Kecamatan Mentok, pada Minggu (4/1) sekitar pukul 06.30 WIB.

Istimewa
BANJIR ROB MENTOK--Air laut pasang, merendam permukiman warga di Kampung Tanjung, RT 01 RW 14, pada Minggu (4/1/2026) pagi. Banjir rob terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. 

MENTOK, BABEL NEWS - Banjir rob melanda wilayah pesisir Kabupaten Bangka Barat. Kali ini, air laut pasang tinggi merendam pemukiman warga di Kampung Tanjung, RT 01 RW 14, Kecamatan Mentok, pada Minggu (4/1) sekitar pukul 06.30 WIB.

Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal mengatakan, laporan kejadian diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat dari warga sekitar pada pukul 07.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bangka Barat langsung bergerak menuju lokasi kejadian. 

Tim berangkat dari posko pada pukul 07.30 WIB dan tiba di lokasi sepuluh menit kemudian, sekitar pukul 07.40 WIB. "Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, banjir rob tersebut berdampak pada 78 kepala keluarga yang bermukim di Kampung Tanjung RT 01 RW 14," kata Safrizal.

Diakui Safrizal, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi, dan fasilitas umum dilaporkan tidak mengalami kerusakan. "Kami dari BPBD Bangka Barat melakukan pemantauan di sejumlah titik yang tergenang air. Serta mengambil langkah-langkah penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat diminta untuk tetap siaga mengingat potensi pasang puncak air laut akan terjadi pada hari ini hingga Senin (5/1). "Warga kami minta tetap waspada dan memperhatikan kondisi pasang surut air laut, khususnya bagi yang tinggal di wilayah pesisir," katanya.

Ia menambahkan, hingga Minggu siang, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan mulai membaik, dengan air laut yang berangsur surut. "Kami akan terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan banjir rob susulan," jelasnya.

Safrizal mengakui, pemerintah daerah bersama dinas sosial telah melakukan koordinasi dan persiapan logistik. "Saat ini pemerintah daerah terus memantau dan melakukan penanganan secara sistematis dan berkelanjutan. Sehingga peristiwa banjir rob tidak lagi menjadi agenda tahunan," harapnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved