Jumat, 5 Juni 2026

Berita Belitung Timur

Warga Bisa Lapor Kerusakan Hutan Lewat Barcode

Melalui sistem tersebut, warga maupun petugas lapangan dapat melaporkan kerusakan hutan secara cepat dan mudah hanya dengan memindai barcode

Tayang:
Editor: suhendri
Istimewa
Tampilan barcode dari Sistem Laporan Kerusakan Hutan yang diluncurkan KPHP Gunung Duren. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Gunung Duren, Belitung Timur, meluncurkan Sistem Laporan Kerusakan Hutan Berbasis Barcode untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan di wilayah Bangka Belitung.

Melalui sistem tersebut, warga maupun petugas lapangan dapat melaporkan kerusakan hutan secara cepat dan mudah hanya dengan memindai barcode yang telah disediakan.

Inovasi ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif warga sekaligus mempercepat respons petugas terhadap potensi kerusakan hutan di lapangan.

Kepala KPHP Gunung Duren, Jookie Vebriansyah, menyebutkan, sistem laporan berbasis barcode tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons laporan warga terkait kerusakan hutan.

“Insyaallah negara akan hadir melalui setiap laporan yang masuk menggunakan sistem barcode ini. Setiap laporan akan menjadi dasar bagi kami untuk bergerak cepat dan melakukan tindak lanjut di lapangan,” kata Jookie, Senin (5/1/2026). 

Dengan Sistem Laporan Kerusakan Hutan Berbasis Barcode, lanjut Jookie, setiap laporan akan terhubung ke formulir digital yang memuat informasi lokasi, jenis dugaan kerusakan, dokumentasi foto, serta keterangan pendukung lainnya.

Seluruh laporan diterima secara real time dan terdokumentasi secara sistematis.

Data yang masuk akan menjadi bahan analisis bagi KPHP Gunung Duren dalam menentukan langkah penanganan, pengamanan, serta pencegahan aktivitas ilegal di kawasan hutan agar lebih terarah dan efektif.

Jookie menegaskan, pengawasan kawasan hutan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab KPHP semata, namun juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mengingat luasnya kawasan hutan yang tersebar di tiap kecamatan Kabupaten Belitung Timur

“Hutan adalah warisan bagi anak cucu kita. Menjaga hutan berarti menjaga masa depan sehingga harus kita jaga bersama,” ujarnya.

"Mari sama-sama kita jaga kawasan hutan agar lebih asri demi anak cucu kita ke depan," tutur Jookie. (dol) 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved