Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Petakan Daerah Rawan Bencana

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat pemetaan wilayah rawan bencana alam di daerah itu.

Tayang:
Bangkapos/Arya Bima Mahendra
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP Damkar Kabupaten Bangka Selatan, Ardiansyah. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat pemetaan wilayah rawan bencana alam di daerah itu. Pemetaan sebagai langkah mitigasi dini, khususnya menghadapi potensi banjir, banjir rob, abrasi, serta bencana hidrometeorologi lainnya. Dari delapan kecamatan yang ada, sejumlah desa dan kelurahan memiliki kerentanan geografis dan kedekatan dengan wilayah pesisir.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Bangka Selatan, Ardiansyah mengungkapkan, dari delapan kecamatan yang ada, sebagian wilayah telah dipetakan sebagai daerah rawan banjir maupun banjir rob akibat pasang air laut. Pemetaan ini dilakukan berdasarkan kondisi geografis, struktur tanah, serta hasil pemantauan lapangan secara berkala.

"Pemetaan ini penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran ketika terjadi kondisi darurat," kata Ardiansyah, Sabtu (10/1).

Menurutnya, di Kecamatan Toboali, wilayah Kelurahan Toboali dan Desa Keposang tercatat rawan mengalami banjir saat hujan dengan intensitas tinggi. Sementara itu, potensi banjir rob teridentifikasi di Kelurahan Toboali dan Kelurahan Tanjung Ketapang yang berada di kawasan pesisir dan memiliki elevasi tanah relatif rendah. Selain Toboali, Kecamatan Tukak Sadai juga masuk dalam peta wilayah rawan. Dua desa di kecamatan tersebut, yakni Desa Tukak dan Desa Sadai, berpotensi mengalami banjir dan dampak pasang laut. 

Kondisi serupa juga ditemukan di Kecamatan Lepar, tepatnya di Desa Tanjung Labu dan Desa Tanjung Sangkar. Sementara di Kecamatan Kepulauan Pongok, Desa Celagen menjadi satu-satunya wilayah yang masuk dalam kategori rawan. Untuk Kecamatan Airgegas, Desa Bencah dan Desa Payung, Kecamatan Payung dipetakan sebagai daerah yang rentan banjir, khususnya saat hujan lebat berlangsung cukup lama. Di Kecamatan Simpang Rimba, potensi banjir terdapat di Desa Sebagin, sedangkan Desa Rajik dikategorikan rawan banjir rob akibat pasang air laut.

"Untuk Kecamatan Pulau Besar dipastikan relatif aman dan tidak masuk dalam peta wilayah rawan banjir maupun banjir rob," jelas Ardiansyah.

Selain banjir dan banjir rob, pihaknya juga memetakan delapan wilayah yang rentan mengalami abrasi pantai saat terjadi pasang tinggi air laut. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Tanjung Ketapang, Kelurahan Toboali, Desa Sadai, Desa Pasir Putih, Desa Tanjung Sangkar, Desa Celagen, Desa Permis, serta Desa Rajik. Tak hanya itu, terdapat pula 12 wilayah yang dikategorikan rawan bencana hidrometeorologi berupa angin puting beliung. 

Wilayah tersebut antara lain Desa Keposang, Desa Rias, Desa Gadung, dan Desa Nyelanding. Kemudian, Desa Air Bara, Desa Bencah, Desa Batu Betumpang dan Desa Fajar Indah. Lalu, Desa Panca Tunggal, Desa Suka Jaya, Desa Sumber Jaya Permai, serta Desa Simpang Rimba. 

Diakui Ardiansyah, pemerintah daerah terus melakukan edukasi kepada masyarakat pesisir. Langkah ini penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada informasi pemerintah, tetapi juga memahami tanda-tanda alam. 

Warga diimbau untuk menjaga kebersihan parit dan drainase agar tidak memperparah genangan air ketika terjadi rob atau hujan lebat. "Kami mengimbau warga mengenali perubahan ombak dan angin. Jika air laut mulai naik ke batas yang tidak biasa, segera laporkan," pungkas Ardiansyah(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved