Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Harga Cabai dan Bawang Berangsur Turun

Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Bangka Selatan terus mengalami penurunan.

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
HARGA BAHAN POKOK - Petugas dari DKUKMINDAG Kabupaten Bangka Selatan ketika melakukan pengecekan harga bahan pokok di pasar tradisional di Kota Toboali, Rabu (14/1/2026). Hasilnya harga bahan pokok mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Bangka Selatan terus mengalami penurunan. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan petugas Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan di pasar tradisional di Kota Toboali, Rabu (14/1).

Kepala Bidang Perdagangan, DKUKMINDAG Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati mengatakan, harga bahan pokok di Pasar Toboali masih relatif stabil meski wilayah tersebut tengah berada dalam kondisi cuaca ekstrem. Hasil pemantauan yang dilakukan pemerintah daerah menunjukkan sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga dalam dua pekan terakhir. 

Perubahan cuaca belum berdampak signifikan terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok masyarakat. "Sejauh ini harga bahan pokok di Pasar Toboali masih stabil," kata Era Fitrawati.

Era Fitrawati memaparkan terdapat beberapa komoditas strategis justru mengalami penurunan harga, terutama cabai dan bawang. Cabai kecil yang sebelumnya berada di kisaran Rp64.000 per kilogram kini turun menjadi Rp55.000 per kilogram. Harga cabai kecil kampung tercatat lebih tinggi, yakni Rp75.000 per kilogram. Sementara cabai besar turun dari Rp55.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

 Selain cabai, komoditas bawang juga menunjukkan tren penurunan harga. Bawang merah yang sebelumnya mencapai Rp55.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp45.000-48.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih tercatat berada di kisaran Rp38.000 per kilogram, bawang bombai Rp30.000 per kilogram, dan kedelai Rp11.500 per kilogram. Harga gula pasir masih stabil di angka Rp18.000 per kilogram.

"Untuk komoditas cabai dan bawang mengalami penurunan sudah hampir dua pekan terakhir dan terus berangsur turun," jelas Era Fitrawati.

Dirinya menyinggung kondisi daya beli masyarakat yang mengalami dinamika pasca-perayaan tahun baru. Menurutnya, antusiasme belanja masyarakat cukup tinggi menjelang dan sesaat setelah pergantian tahun, namun mulai menunjukkan sedikit pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.

"Setelah tahun baru, daya beli masyarakat memang terlihat agak melemah sedikit. Ini hal yang wajar setelah periode belanja tinggi di akhir tahun," ujarnya.

Ia memastikan, ketersediaan stok bahan pokok di Bangka Selatan masih dalam kondisi aman. Stok di pasar maupun gudang distributor diperkirakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu bulan ke depan. Selain itu, distribusi pasokan dari daerah pemasok juga terpantau lancar tanpa kendala berarti. 

Pedagang bahan pokok di Pasar Toboali, Ridwan (45) mengatakan harga sejumlah komoditas saat ini cenderung stabil. Bahkan beberapa mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. 

Menurutnya, penurunan harga terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang, sehingga membuat aktivitas jual beli di pasar mulai kembali normal meski daya beli masyarakat pasca-tahun baru sempat melemah.

"Harga sekarang sudah lebih stabil. Cabai dan bawang yang sebelumnya mahal, sekarang sudah turun. Pembeli juga mulai ramai lagi," sebutnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved