Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka Tengah

Bangka Tengah Kembangkan Budi Daya Udang Vaname Ramah Lingkungan

Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah mulai mengembangkan inovasi bernama Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) pada awal tahun 2026 ini.

Istimewa
BUDIDAYA UDANG VANAME.- Salah satu pekerja lapangan dari Dinas Perikanan Bangka Tengah saat berada dalam kolam pengembangan Udang Vaname berkonsep IMTA, di Instalasi Budidaya Ikan Air Payau (IBIAP) di Guntung, Bangka Tengah. 

KOBA, BABEL NEWS - Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah mulai mengembangkan inovasi bernama Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) pada awal tahun 2026 ini. Program IMTA merupakan konsep budi daya udang vaname terintegrasi dengan memperhatikan tingkat trofik atau rantai makanannya.

"Pada awal tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Perikanan mulai mengembangkan sistem budi daya terpadu dengan menerapkan konsep IMTA," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Imam Soehadi, Minggu (18/1).

Imam Soehadi mengatakan, melalui penggabungan rantai makanan yang diterapkan ini diharapkan dapat membuat budi daya udang dilakukan dengan lebih ramah lingkungan dan efisien. "Kemudian yang paling penting bagaimana nanti mampu mendaur ulangkan sisa limbah, karena nanti bisa menjadi nutrisi untuk spesies yang lain," katanya.

Menurutnya, penerapan konsep ini merupakan bentuk uji coba dari jajarannya yang nantinya diharapkan bisa diterapkan oleh masyarakat pesisir di wilayah Bangka Tengah. "Ini memiliki maksud menjadi sebuah pilot project bagi masyarakat pesisir, bahwa ekonomi bisa maju dan berkembang dari masyarakat pesisir," jelasnya.

Dirinya menambahkan, prinsip dasar inovasi IMTA adalah mendaur ulang limbah dari spesies utama sebagai sumber energi, nutrien, atau bahan organik bagi organisme lain yang dipelihara bersama.

"Melalui mekanisme ini, biomassa yang awalnya dianggap limbah dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan. Dalam praktiknya, organisme yang diberi pakan (feed species) seperti ikan atau udang akan menghasilkan limbah organik dan anorganik," sebutnya.

"Limbah tersebut kemudian dimanfaatkan oleh organisme penyaring (filter feeder), pengurai, maupun produsen primer seperti rumput laut. Integrasi multi-spesies ini menciptakan ekosistem buatan yang lebih efisien, stabil, dan ramah lingkungan," ujarnya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved