Selasa, 26 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

Tingkatkan Pendapatan Desa Namang, Zaiwan Maksimalkan Potensi Wisata

Pemerintah Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, memilih untuk memaksimalkan potensi wisata yang ada di wilayahnya.

Tayang:
Bangkapos.com/Rifqi Nugroho
Suasana sore di Wisata Sawah Pelawan Namang, Bangka Tengah, yang dipadati pengunjung menikmati hamparan sawah hijau dan aneka kuliner UMKM lokal, Kamis (15/1/2026). 

NAMANG, BABEL NEWS - Pemerintah Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, memilih untuk memaksimalkan potensi wisata yang ada di wilayahnya. Hal ini dilakukan setelah bakal adanya pemangkasan dana desa di tahun 2026 ini.

Kepala Desa (Kades) Namang, Zaiwan mengatakan, situasi ini membuat pihaknya harus mencari cara lain agar ekonomi masyarakat berputar dengan baik. Ia memaparkan, inovasi yang terus dikembangkan itu termasuk pengoptimalan potensi wisata di Desa Namang.

"Kita ada wisata Hutan Pelawan, ada wisata Sawah Pelangi. Di situ ada kunjungan orang, kami ajak UMKM untuk berjualan, supaya mereka datang ke Desa Namang, uangnya juga jatuh ke Desa Namang juga," jelas Zaiwan, Kamis (15/1).

Dirinya mengakui, pengelolaan sektor wisata akan terus dimaksimalkan sebagai sumber pendapatan asli desa, melalui kegiatan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). "Jadi Bumdes itu menata, sekian jumlah pedagangnya, ada iuran Rp10 ribu atau Rp20 ribu. Di situ ada untuk PAD Desa, ada untuk ketertiban, untuk kebersihannya juga," katanya.

Dirinya juga tidak ingin mempermasalahkan terlalu jauh kebijakan dari pusat tersebut dengan memilih mencari solusi terbaik. "Alhamdulillah kalau untuk kami, mungkin niat pimpinan kita itu agar Pak Kades menciptakan potensi yang ada di desa, untuk membangun desanya sendiri," ujarnya.

Zaiwan menjelaskan, sebelumnya pihaknya menerima dana desa sebesar Rp845 juta. Namun, saat ini berkurang hingga menjadi Rp314 juta. "Jadi berkurang hingga Rp400 juta. Pasti banyak yang dipangkas lah, seperti honor-honor guru ngaji, karena di desa itu kan banyak yang mengaji dengan tikar-tikar, itu (anggaran, red) tidak kita programkan lagi," ujar Zaiwan.

Menurutnya, pengurangan anggaran ini terpaksa membuat jajarannya menghapus sejumlah pos-pos pendanaan dalam sejumlah program. Salah satunya yakni honor untuk petugas dasawisma di masing-masing RT, yang memiliki tugas untuk mendata serta melakukan monitoring anak-anak kurang gizi ataupun stunting di daerahnya.

"Itu kita hapus semuanya. Ada lagi anggaran untuk BLT (bantuan langsung tunai), yang semula rutin kamu berikan pada 35 orang, sebesar Rp300 ribu, itu kami kurangi hanya untuk 25 orang saat ini," pungkasnya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved