Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Gerakan Pangan Murah di Pangkalpinang, 2 Ton Beras SPHP Ludes Terjual dalam Dua Jam

Stok beras stabilisasi pangan dan harga pasar (SPHP) sebanyak 2 ton pun ludes terjual hanya dalam waktu sekitar dua jam. 

Editor: suhendri
Bangka Pos
LAYANI PEMBELI - Petugas Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang melayani pembelian beras SPHP dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantor Dispaper Kota Pangkalpinang, Kamis (22/1/2026). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pangkalpinang di depan kantor Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (22/1/2026), diminati masyarakat.

Stok beras stabilisasi pangan dan harga pasar (SPHP) sebanyak 2 ton pun ludes terjual hanya dalam waktu sekitar dua jam. 

Gerakan Pangan Murah kali ini digelar secara khusus dengan fokus pada komoditas beras SPHP sebagai upaya pemerintah daerah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, dan setiap warga dibatasi membeli maksimal dua kemasan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaper Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, menyebutkan, tingginya minat warga membeli beras SPHP dalam GPM tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan beras murah masih sangat besar.

Terlebih, harga beras SPHP di pasaran saat ini masih berada di batas atas harga eceran tertinggi (HET).

"Di pasar tradisional maupun ritel modern, beras SPHP dijual sesuai HET, tetapi di harga tertinggi yakni Rp65.000 per 5 kilogram. Melalui GPM ini, kami menjual dengan harga Rp58.000 per 5 kilogram. Masih dalam rentang HET, namun jauh lebih terjangkau bagi masyarakat," kata Yiyi kepada Bangka Pos, Kamis (22/1/2026).

Dalam GPM di depan kantor Dispaper Kota Pangkalpinang, beras SPHP yang disiapkan sebanyak 2 ton.

Rencannya, GPM khusus beras SPHP akan kembali diselenggarakan pada Kamis (29/1/2026) mendatang.

"Hari ini kita sediakan 2 ton dan habis dalam waktu singkat. Insyaallah minggu depan, tepatnya Kamis, kita upayakan bisa menjual hingga 3 ton," ujar Yiyi.        

Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan kembali melaksanakan GPM seperti biasa dengan menghadirkan berbagai komoditas kebutuhan pokok lainnya.

"Apabila ke depan beras SPHP masih sangat dibutuhkan masyarakat dan ada penugasan lanjutan terkait penjualan SPHP, tentu akan kita laksanakan kembali," katanya.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Sri, mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah tersebut.

Menurutnya, selisih harga beras dalam GPM cukup signifikan dibandingkan dengan harga di pasar.

"Alhamdulillah, harganya lebih murah dibandingkan di pasar. Selisihnya lumayan untuk kami, apalagi beras kebutuhan sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan," kata Sri.

Ia pun berharap ke depan jumlah beras yang disediakan dalam GPM dapat ditambah lagi agar lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved