Minggu, 7 Juni 2026

Berita Bangka Tengah

WALHI Babel Gelar Youth Climate Camp di Bukit Mangkol

WALHI Kepulauan Bangka Belitung menggelar Youth Climate Camp di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol.

Tayang:
Dok istimewa
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kepulauan Bangka Belitung menggelar Youth Climate Camp di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol, Kabupaten Bangka Tengah, pada 24-25 Januari 2026. 

PANGKALANBARU, BABEL NEWS - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kepulauan Bangka Belitung menggelar Youth Climate Camp di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, pada 24-25 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi bagi orang muda dalam merespons krisis iklim global serta berbagai aktivitas manusia yang berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon.

Youth Climate Camp diikuti oleh sekitar 30 orang muda dari berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan keadilan iklim. Komunitas yang terlibat antara lain Sahabat WALHI Kepulauan Bangka Belitung, Bujang Skuad Bukit Mangkol, Kopassas IAIN SAS Babel, Green Generation Babel, Green Leadership Babel, Hizbul Wathon Universitas Muhammadiyah Babel, Pepeling Asih, serta Green Hickers Universitas Pertiba Pangkalpinang.

Mengusung tema "Suara Orang Muda untuk Keadilan Iklim", kegiatan ini diwarnai dengan berbagai pandangan kritis peserta terhadap kondisi lingkungan di Bangka Belitung, termasuk identifikasi sumber-sumber pencemaran dan kerusakan ekosistem. Tidak hanya menyampaikan kritik, para peserta juga menyusun usulan kebijakan secara kolektif sebagai langkah menuju Bangka Belitung yang bersih, aman, adil, dan berkelanjutan.

Koordinator Koalisi Orang Muda untuk Keadilan Iklim, Fizar mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan hak atas lingkungan hidup yang adil dan berkelanjutan.

"Youth Climate Camp ini merupakan ruang konsolidasi dan refleksi orang muda dalam menanggapi krisis iklim global serta berbagai aktivitas manusia yang menyumbang peningkatan emisi karbon. Kegiatan ini diikuti komunitas orang muda yang menuntut hak atas keadilan iklim bagi generasinya," ujar Fizar, Selasa (27/1).

Fizar menegaskan, meningkatnya bencana ekologis di wilayah Sumatera menjadi bukti nyata bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan telah berlangsung saat ini. "Masifnya berbagai bencana ekologi di daratan Sumatera menunjukkan bahwa krisis iklim bukan ancaman semu. Meski dipicu perubahan iklim global, kondisi ini diperparah oleh buruknya kebijakan lingkungan yang belum menempatkan keselamatan ekosistem dan masyarakat sebagai prioritas," jelasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Youth Climate Camp diisi dengan pemaparan materi, diskusi kelompok, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga evaluasi kondisi lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan sekaligus memperkuat jejaring orang muda dalam menghadapi tantangan krisis iklim global.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas orang muda, tidak hanya memahami ancaman perubahan iklim, tetapi juga siap mengawal kebijakan iklim yang berkelanjutan. Masa depan orang muda juga dipertaruhkan, sehingga suara mereka sangat relevan untuk didengar dan dipertimbangkan negara dalam menetapkan kebijakan iklim," pungkas Fizar(t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved