Berita Bangka Selatan
Desa Gadung Panen Perdana 500 Kilogram Jagung
Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai memetik hasil dari program ketahanan pangan yang dijalankan sejak tahun 2025.
TOBOALI, BABEL NEWS - Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai memetik hasil dari program ketahanan pangan yang dijalankan sejak tahun 2025. Untuk pertama kalinya, pemerintah desa setempat melakukan panen jagung dari dua titik lokasi lahan yang dikelola melalui kegiatan ketahanan pangan desa.
Kepala Desa Gadung, Nuskandar mengatakan, panen dilakukan dari lahan seluas kurang lebih setengah hektare yang tersebar di dua lokasi berbeda. Jagung yang dipanen merupakan jenis BISI dua dengan total hasil sekitar 500 kilogram. Jagung BISI dua adalah varietas jagung hibrida yang dikembangkan untuk produksi jagung pipilan kering. Dengan umur panen sekitar 100-110 hari setelah tanam.
"Alhamdulillah hari ini kita panen jagung pertama dari kegiatan ketahanan pangan tahun kemarin 2025," kata Nuskandar saat ditemui di lokasi panen, Kamis (29/1).
Menurutnya, program ketahanan pangan yang dilaksanakan di Desa Gadung merupakan bagian dari prioritas pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes). Program tersebut diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan. Sekaligus menunjang pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan ketahanan pangan desa tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi bagi desa. Oleh sebab itu, hasil panen jagung tidak dijual secara perorangan, melainkan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Untuk penjualan nanti hasilnya kita masukkan ke PAD, karena ini BUMDes menyatu dengan desa. Artinya hasil panen ini menjadi pendapatan asli desa," ujar Nuskandar.
Pemerintah Desa Gadung berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai program rutin yang terintegrasi dengan BUMDes. Selain mendukung PADes, program ini juga dinilai mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa, khususnya dalam meningkatkan keterampilan bertani, membuka peluang usaha, serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
"Harapannya ke depan kegiatan ini tidak berhenti di satu musim tanam saja. Kita ingin ini menjadi model usaha desa yang berkelanjutan, sehingga desa tidak hanya bergantung pada dana transfer," sebutnya.
Panen jagung perdana kata Nuskandar, menjadi bukti desa mampu beradaptasi dengan keterbatasan anggaran melalui penguatan sektor produktif. Di tengah tantangan pemangkasan dana desa, ketahanan pangan menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan dan pelayanan di tingkat desa.
Dengan pengelolaan yang terarah dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, Desa Gadung berharap program ketahanan pangan tidak hanya menopang program nasional. "Tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi desa di masa mendatang," pungkas Nuskandar. (u1)
| Program Beasiswa SDM Sawit 2026 Sediakan 5.000 Kuota Nasional |
|
|---|
| Lindungi Anak di Ruang Digital, Bangka Selatan Siap Implementasikan PP Tunas |
|
|---|
| Kapolres Bangka Selatan Pimpin Sertijab Tiga PJU, Kasi Humas dan Dua Kapolsek Berganti |
|
|---|
| Polisi dan Warga Gotong Royong Sembelih Hewan Kurban |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban, Belum Ada Temuan Penyakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260129-PANEN-JAGUNG.jpg)