Berita Belitung
Panen 1,5 Ton Jagung di Lahan Eks Tambang Timah
Total 1,5 ton jagung dipanen bersama Camat Badau, kelompok tani, dan rombongan IPB.
BADAU, BABEL NEWS - Lahan eks tambang milik PT Timah Tbk di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, kembali menunjukkan potensi produktif.
Perusahaan pelat merah tersebut bersama Kelompok Tani Aik Jelutung berhasil memanen jagung manis yang ditanam di atas lahan seluas 1.040 meter persegi.
Total 1,5 ton jagung dipanen bersama Camat Badau, kelompok tani, dan rombongan IPB pada Rabu (4/2/2026).
Department Head HSE PT Timah Tbk Area Belitung, Sudi Aryanto, mengatakan, pemanfaatan lahan bekas tambang difokuskan pada tanaman bernilai ekonomis yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Di lahan ini memang kami tanami tanaman yang punya nilai ekonomis dengan menggandeng Kelompok Tani Aik Jelutung. Tahap awal kami tanami nanas karena menjadi ikon Desa Badau,” ujar Sudi.
Ia menjelaskan, hasil panen nanas sebelumnya tidak hanya dijual mentah, tetapi juga diolah oleh kelompok ibu-ibu setempat menjadi berbagai produk makanan olahan berbahan dasar nanas.
Memasuki tahap kedua, lahan yang sama kemudian ditanami jagung manis seluas sekitar 1.040 meter persegi dengan total 5.200 bibit.
Dari penanaman tersebut, hasil panen mencapai sekitar 1,5 ton jagung.
“Program ini merupakan bentuk dukungan PT Timah terhadap ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Jagung ini bukan hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga bernilai ekonomis sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” tutur Sudi.
PT Timah berharap, program pemanfaatan lahan eks tambang ini dapat terus berkembang dan menjangkau masyarakat yang lebih luas di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau, Suhari, mengatakan, jagung tersebut mulai ditanam pada November 2025 dengan jumlah 5.200 bibit.
Hasil panennya diperkirakan sekitar 1,5 ton.
“Sebenarnya bisa lebih, tetapi ada sebagian tanaman yang rusak akibat angin puting beliung,” kata Suhari.
Ia mengakui, tantangan utama bercocok tanam di lahan eks tambang timah adalah kondisi tanah yang minim unsur hara.
Akibatnya, penggunaan pupuk harus lebih banyak karena tanah bekas tambang sudah sangat miskin unsur hara.
| Pemkab Belitung Timur Gandeng BRIN Kaji Arsip Sejarah Daerah |
|
|---|
| Kasus Dugaan Penipuan di Keciput Masuk Babak Baru, Mantan Kades Dititip di Lapas Tanjungpandan |
|
|---|
| Prevalensi Stunting di 5 Desa Beltim di Atas Target 15,38 Persen, Renggiang Tertinggi |
|
|---|
| 178 Atlet Pelajar Berlaga di O2SN Belitung Timur 2026 |
|
|---|
| Beltim Sediakan Kuota 3.221 Siswa SD/MI dan 2.439 Siswa SMP/MTs di SPMB 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260204_panen-jagung.jpg)