Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Berkomitmen Tata Pasar Ratu Tunggal

Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk menata Pasar Ratu Tunggal.

Editor: suhendri
IST/Dok. Protokol Pemkot Pangkalpinang
TINJAU PASAR RATU TUNGGAL - Wali Kota Pangkalpinang Saparudin dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna meninjau kondisi Pasar Ratu Tunggal saat kegiatan gotong royong akbar, Minggu (8/2/2026). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk menata Pasar Ratu Tunggal sebagai upaya mewujudkan pasar rakyat yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Udin, dalam kegiatan gotong royong akbar di kawasan Pasar Ratu Tunggal, Minggu (8/2/2026). 

Udin didampingi Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, serta jajaran perangkat daerah, selain melakukan gotong royong,  juga berkeliling pasar untuk meninjau langsung kondisi Pasar Ratu Tunggal

Udin menyebut masih banyak area Pasar Ratu Tunggal yang belum tertata dengan baik, terutama terkait penempatan pedagang yang belum sesuai peruntukan.

"Pasar ini besar, tetapi masih sangat belum tertata rapi. Tadi sambil gotong royong, kami keliling melihat langsung kondisi pasar, dan memang perlu segera dilakukan penataan," kata Udin kepada Bangka Pos, Minggu (8/2/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memulai penataan dengan menertibkan pedagang berdasarkan zonasi yang telah disediakan.

Pedagang ayam, ikan, dan daging diminta untuk berjualan di lokasi yang telah ditetapkan.

"Yang jual ayam sebetulnya sudah ada tempatnya, begitu juga yang jual ikan dan daging. Kita akan buat surat edaran, imbauan terlebih dahulu agar pedagang masuk ke tempatnya masing-masing," tutur Udin.

Selama ini, lanjut Udin, masih ditemukan pedagang ayam dan ikan yang berjualan hingga meluas ke luar area yang semestinya.

Ke depan, seluruh pedagang diwajibkan masuk ke dalam area pasar sesuai dengan peruntukannya.

Untuk mendukung kebijakan penataan tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memberikan relaksasi retribusi kepada para pedagang sebagai bentuk keringanan pada tahap awal.

"Kita beri relaksasi biaya dulu. Mereka masuk dulu, nanti retribusinya kita kaji. Kita paham kondisi ekonomi pasca-Covid kemarin memang belum sepenuhnya pulih," ujar Udin.

Selain penataan pedagang, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga bakal membenahi infrastruktur pendukung Pasar Ratu Tunggal.

Salah satunya akan merobohkan bangunan kosong di depan pasar ikan yang selama ini menutup akses dan mengganggu aktivitas perdagangan.

"Bangunan itu milik provinsi tetapi lahannya milik kita, dan sudah diserahkan oleh Pak Gubernur. Karena posisinya menutup pasar ikan, bangunan tersebut akan kita robohkan. Setelah itu, semua pedagang ikan wajib masuk ke dalam," tutur Udin. 

Tak hanya itu, keluhan pedagang terkait kondisi jalan rusak di area Pasar Ratu Tunggal juga langsung ditindaklanjuti Udin.

Dia memastikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pangkalpinang  akan segera melakukan survei dan pengaspalan.

"Tadi saya sudah minta PU, hari Senin langsung survei dan segera dilakukan pengaspalan," ucap Udin. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved