Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Bangka

Tongkang CITRA 3003 Berlabuh di Pelabuhan Belinyu

Tongkang CITRA 3003 yang sebelumnya kandas di perairan Pesaren Desa Bintet, Belinyu kini telah berhasil dievakuasi.

Tayang:
Istimewa
PROSES EVAKUASI TONGKANG - Proses evakuasi tongkang CITRA 3003 di Perairan Pesaren, Desa Bintet, Belinyu, Sabtu (14/2/2026). Kini tongkang tersebut sedang berlabuh di perairan di depan Pelabuhan Belinyu untuk menunggu proses pemberangkatan lebih lanjut. 

BELINYU, BABEL NEWS - Tongkang CITRA 3003 yang sebelumnya kandas di perairan Pesaren Desa Bintet, Belinyu kini telah berhasil dievakuasi. Saat ini, tongkang tersebut sedang berlabuh di sekitaran perairan Pelabuhan Belinyu sembari menunggu dari pihak agen pemilik kapal untuk menunjukan kelengkapan dokumen.

"Kapal sudah dievakuasi dan sekarang lagi berlabuh di depan Pelabuhan Belinyu wilayah kerja Belinyu," kata Kepala Kantor KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Syaiful Anwar, Senin (16/2).

Tongkang CITRA 3003 tersebut berhasil dievakuasi pada Sabtu (14/2) sekira pukul 04.00 WIB setelah sebelumnya kandas terdampar sejak 25 Januari 2026. "Selanjutnya menunggu dari pihak agen untuk pemberangkatan kapal itu (tongkang CITRA 3003 dan tugboat dan menariknya-red)," jelasnya.

Sebelum dilakukan pemberangkatan, pihak KSOP akan memeriksa terlebih dahulu kelengkapan dokumen kapal,  keadaan fisik kapal dan kondisi cuaca. "Kita juga akan mengecek dan melihat kondisi cuaca, karena kan kapal itu datang (kandas-red) karena cuaca buruk. Apalagi sekarang kan cuaca lagi enggak bagus," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Belinyu Kantor KSOP Pangkalbalam, Ferdi menyampaikan, keberhasilan evakuasi tongkang CITRA 3003 tersebut dilakukan ketika pasang air tertinggi pada Sabtu (14/2) sekira pukul 04.00 WIB pagi. "Tongkang itu ditarik menggunakan dua tugboat di mana sebelumnya satu unit pompong bertugas menarik tali towing dari dari speedboat ke tugboat," kata Ferdi.

Selain itu, dikerahkan pula dua unit ekskavator untuk mendorong bagian haluan dan buritan tongkang tersebut. Tali towing ditambatkan di haluan tongkang, lalu tali tersebut akan dibawa oleh speedboat dari pesisir pantai ke Pompong. Lalu pompong tersebut membawa tali towing ke tugboat.

"Setibanya tali tersebut di tugboat, proses penarikan dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan terburuk buritan tersebut akan semakin masuk ke darat karena yang ditarik hanya haluan dan titik putar berfokus di buritan tongkang," jelas Ferdi. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved