Berita Bangka Barat
Sejumlah Desa Gelar Tradisi Ruwah Jelang Bulan Puasa
Tradisi Ruwah di bulan Sya'ban 1447 Hijriah, banyak dilakukan masyarakat di Kabupaten Bangka Barat.
SIMPANG TERITIP, BABEL NEWS - Tradisi Ruwah di bulan Sya'ban 1447 Hijriah, banyak dilakukan masyarakat di Kabupaten Bangka Barat. Ruwahan merupakan tradisi turun temurun dilakukan pada pertengahan bulan Sya'ban atau 15 hari sebelum bulan Ramadan.
Seperti dilakukan di Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, diisi berbagai kegiatan bernuansa keagamaan yang kental dengan nilai-nilai Islam. Sedekah Ruwah diisi dengan khatam Al-Qur'an, khitanan massal, doa dan makan bersama atau nganggung di masjid, serta silaturahmi ke rumah-rumah warga, pada Minggu (16/2).
Kepala Desa Berang, Beni Bastari mengatakan, Tradisi Ruwah telah ditetapkan sebagai agenda tahunan pemerintah desa dengan sejumlah rangkaian kegiatan. "Ada dua kegiatan utama dalam Sedekah Ruwah di Desa Berang. Pertama khatam Al-Qur'an. Tahun ini terdapat 23 khataman Al-Qur'an. Selain itu, kami juga melaksanakan khitanan massal, dan Alhamdulillah tahun ini diikuti 16 peserta," kata Beni Bastari, Senin (16/2).
Beni Bastari menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan khatam Al-Qur'an, dilanjutkan dengan tradisi nganggung. "Proses nganggung ini, setiap warga membawa hidangan atau makanan dari rumah masing-masing ke masjid. Kemudian kita berdoa bersama, makan bersama, dan dilanjutkan ramah tamah serta silaturahmi ke rumah-rumah masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa juga memberikan bingkisan kepada peserta khatam Al-Qur'an, peserta khitanan massal, guru ngaji, tokoh masyarakat, serta para donatur. "Kami memberikan bingkisan kepada seluruh peserta khatam Al-Qur'an berupa kitab suci dan baju muslim. Kemudian pemerintah desa juga menggratiskan biaya khitanan massal. Masing-masing peserta khitanan juga mendapatkan tas dan baju. Selain itu, kami juga memberikan bingkisan kepada guru ngaji, tokoh masyarakat, dan para donatur sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih," jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan sedekah Ruwah tidak hanya bersumber dari dana desa, tetapi juga mendapat dukungan dari para donatur. "Kami banyak dibantu pihak ketiga dan para donatur, selain dari dana desa," katanya.
Ia menegaskan, Tradisi Ruwah akan terus dilestarikan karena merupakan bagian dari kearifan lokal yang mengandung nilai keagamaan dan budaya. "Ini adalah kearifan lokal dan tradisi yang akan terus kami laksanakan, karena Ruwah mengandung nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai Islam, dan juga nilai kebudayaan," harapnya.
Selain di Desa Berang, Tradisi Ruwah juga dilaksanakan di Desa Peradong dan desa lainnya di Kabupaten Bangka Barat, menggelar ruwah menjelang bulan Ramadan. (riu)
| Soroti Penataan Lingkungan Pantai Pasir Kuning Karena Tambang Laut, Camat Sudah Beri Waktu 3 Hari |
|
|---|
| Pemkab Babar Mulai Sosialisasi Proyek Pembangunan Kota Tua Mentok |
|
|---|
| Polisi Pasang Spanduk Cegah Penjarahan di Smelter Tinus Kelapa |
|
|---|
| Keluhkan Buruknya Kualitas Jaringan Internet Seluler, Warga Desa Simpang Yul Datangi DPRD |
|
|---|
| Band Kotak Siap Hibur Warga Parittiga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260216-SEDEKAH-Sedekah-Ruwah-diisi-dengan-khatam-Al-Quran.jpg)