Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Belitung Timur

Harga Ayam Potong di Tanjungpandan Stabil

Sejumlah warga memadati berbagai sudut pasar, terutama di area kios daging ayam di Pasar Dalam Tanjungpandan.

Tayang:
Posbelitung.co
HARGA STABIL — Pegawai di Kios Agus, Pasar Dalam Tanjungpandan sedang melayani pembeli pada, Rabu (18/2/2026). Menjelang H-1 Ramadhan, harga daging ayam potong terpantau stabil di kisaran Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram. Ketersediaan stok yang terjaga berkat pengaturan suplai bibit ayam membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional tetap ramai meskipun di tengah peningkatan permintaan masyarakat untuk kebutuhan sahur. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Sejumlah warga memadati berbagai sudut pasar, terutama di area kios daging ayam di Pasar Dalam Tanjungpandan pada Rabu (18/2) siang. Di tengah keriuhan para pembeli, Agus (38), bergantian dengan pegawainya melayani pelanggan yang datang. 

Meski volume pembeli meningkat dibandingkan hari biasa, Agus mengungkapkan harga ayam potong saat ini masih tergolong stabil dan terkendali. "Saat ini harga daging ayam di pasaran berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram untuk harga tertingginya," ujarnya.

Menurut Agus, harga tersebut belum menunjukkan lonjakan yang ekstrem meskipun sudah memasuki momen krusial H-1 Ramadan. Kondisi tahun ini dirasakan Agus jauh lebih baik dan stabil bagi pedagang maupun konsumen. 

Ia mengenang bagaimana kondisi tahun lalu di mana harga ayam sempat mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka Rp30 ribu per kilogram. "Tahun lalu benar-benar anjlok harganya, bahkan di tingkat kandang saja harga ayam hidup hanya berkisar antara Rp18 ribu sampai Rp20 ribu," ucapnya.

Stabilitas harga tahun ini menurut Agus sangat dipengaruhi oleh pengaturan stok yang lebih matang dari pihak produsen dan pabrik. Selanjutnya, Agus menjelaskan bahwa harga yang terjaga di angka Rp40 ribuan ini dipicu oleh stok di tingkat kandang yang tidak terlalu berlebih. 

Agus menjelaskan fenomena H-1 Ramadan biasanya memang selalu menjadi puncak keramaian di Pasar Dalam. Hal ini karena masyarakat ingin menyajikan lauk pauk segar untuk keluarga saat memulai ibadah puasa.

"Alhamdulillah, menjelang Ramadan hari ini memang agak ramai pembeli. Biasanya setiap tahun memang seperti ini, orang-orang belanja untuk kebutuhan lauk sahur nanti malam," ungkapnya.

Agus berharap kondisi pasar tetap kondusif dan daya beli masyarakat terus meningkat hingga menjelang Idulfitri nanti. Baginya, harga yang stabil namun tetap menguntungkan pedagang adalah kunci agar roda ekonomi di Pasar Dalam Tanjungpandan tetap berputar dengan baik. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved