Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Belitung

Harga Bawang Merah di Tanjungpandan Tembus Rp65 Ribu

Harga bawang merah di Pasar Dalam Tanjungpandan, Belitung, mengalami peningkatan pada Rabu (18/2).

Tayang:
Posbelitung.co
HARGA MENJELANG RAMADHAN - Wahid (28), pedagang di Lapak Sinar Alam, sedang melayani pelanggan yang membeli Cabai pada, Rabu (18/2/2026). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Harga bawang merah di Pasar Dalam Tanjungpandan, Belitung, mengalami peningkatan pada Rabu (18/2). Jika pada hari-hari normal harga bawang merah bertahan di kisaran Rp45 ribu per kilogram, kini harganya naik hingga menyentuh angka Rp65 ribu per kilogram.

Hal ini disampaikan salah satu pedagang di Lapak Sinar Alam, Pasar Tanjungpandan, Wahid (28). Ia mengungkapkan, adanya tren harga yang cukup kontras antara dua komoditas utama, yakni bawang merah dan cabai rawit. "Kenaikannya memang terasa sekali hari ini. Kami menjual bawang merah di harga Rp65.000 per kilogram," ujarnya.

Menurut Wahid, kondisi tahun ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan harga pada periode yang sama di tahun lalu. Ia mengingat betul bahwa jelang Ramadan tahun lalu, harga bawang merah kualitas terbaik seperti jenis Brebes hanya dibanderol di kisaran Rp44 ribu per kilogram.

Wahid mengatakan, penyebab tingginya harga bawang merah saat ini disinyalir terjadi karena kenaikan harga pengambilan dari daerah pemasok, terutama dari Pulau Jawa. Wahid juga menjelaskan, ketergantungan pada pasokan luar pulau membuat harga di tingkat pedagang lokal sangat bergantung pada dinamika pasar di tingkat nasional.

Namun, pemandangan berbeda justru terlihat pada komoditas cabai rawit. Berbanding terbalik dengan bawang merah, harga cabai rawit justru melandai. Cabai rawit yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram, kini turun ke kisaran Rp85 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Melandainya harga cabai ini disebabkan oleh melimpahnya stok dari petani lokal Belitung. Panen yang melimpah menjadi satu faktor yang menyebabkan harganya berpeluang ditekan. "Kalau cabai justru turun karena stok dari petani lokal kita sedang banyak-banyaknya. Karena panen lokal melimpah, harga bisa kita tekan sedikit," ucapnya.

Meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan, Wahid mencatat, daya beli masyarakat sejauh ini masih tergolong normal dan stabil. Belum terlihat adanya aksi borong yang berlebihan, warga nampak lebih bijak dengan membeli bumbu sesuai kebutuhan awal puasa saja.

"Daya beli masih stabil seperti hari biasa. Biasanya lapak saya baru akan benar-benar padat dan ramai luar biasa saat mendekati Lebaran. Kalau sekarang, orang belanja secukupnya untuk persiapan awal puasa," tambahnya.

Wahid berharap agar pasokan barang, khususnya bumbu dapur dari luar pulau, tetap berjalan lancar selama satu bulan penuh ke depan. Hal ini sangat krusial agar tidak terjadi kelangkaan yang berujung pada lonjakan harga susulan dan dapat memberatkan masyarakat selaku pembeli. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved