Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Bangka Selatan

Polisi Dalami Kasus Penyiraman Air Keras di Toboali

Kepolisian Resor Bangka Selatan memburu dua pelaku yang diduga membuntuti dan melakukan penyiraman air keras terhadap warga Kecamatan Toboali.

Tayang:
Bangkapos.com
PENYIRAMAN AIR KERAS - M. Rosidi ketika menjalani perawatan di RSUD Junjung Besaoh, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (18/2/2026). Ia harus menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka Selatan memburu dua pelaku yang diduga membuntuti dan melakukan penyiraman air keras terhadap warga Kecamatan Toboali, M Rosidi di Jalan Ampera pada Selasa (17/2) malam.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bangka Selatan, Iptu GJ Budi menyatakan, kasus penyiraman air keras yang menimpa M. Rosidi telah ditangani pihak kepolisian. Penyidik saat ini telah bergerak secara masif melakukan penyelidikan secara intensif. 

Pendalaman dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif di balik aksi penyiraman tersebut. "Polres Bangka Selatan memang sudah menerima laporan dari keluarga korban," kata GJ Budi, Jumat (20/2).

Menurutnya, penyelidikan difokuskan pada identifikasi pelaku. Aparat memastikan seluruh satuan fungsi terkait dilibatkan guna mempercepat pengungkapan. Polisi juga tengah mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti di lapangan. Termasuk menelusuri kemungkinan keberadaan saksi serta rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Kepolisian memastikan proses penyelidikan terus berjalan. Pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus penyiraman air keras yang terjadi di wilayah Toboali tersebut. "Sampai saat ini Polres Bangka Selatan sedang melakukan penyelidikan," ujar GJ Budi.

Diberitakan sebelumnya, M Rosidi masih terbaring di atas ranjang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Kabupaten Bangka Selatan. Telapak kaki hingga betis tampak dibalut perban putih tebal. Balutan perban juga terlihat pada bagian paha, hingga pergelangan tangan menutupi area yang memerlukan perawatan. 

Sejumlah luka terbuka berwarna hitam sesekali terlihat dari balik balutan perban tersebut. Sudah sejak semalam M. Rosidi menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK). "Sudah sejak semalam dirawat di rumah sakit," kata Rosidi, Rabu (18/2).

M. Rosidi mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.06 WIB. Kala itu dirinya baru saja beranjak dari Warung Kopi (Warkop) 77 di Toboali menggunakan mobil miliknya merek Suzuki Ertiga warna merah marun. Dengan kondisi kaca pintu samping kanan mobilnya terbuka, membiarkan udara malam masuk.

Sesampainya di persimpangan lampu merah Ampera dua orang datang mendekat. Sepeda motor matik melaju pelan. Tak ada sapaan, tak ada peringatan. Dalam hitungan detik, cairan disiramkan ke arah tubuhnya. Seketika rasa panas menyambar, cepat dan menyakitkan.

Rosidi yang masih berada di balik kemudi ketika cairan itu mengenai tubuhnya. Ia merasakan panas yang berbeda, menyengat dan membuat kulit terasa terbakar. Dua orang tak dikenal itu langsung tancap gas, meninggalkan lokasi. "Pelakunya ada dua orang, berboncengan menggunakan sepeda motor matik," jelas M. Rosidi. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved