Berita Bangka Selatan
Polisi Dalami Kasus Penyiraman Air Keras di Toboali
Kepolisian Resor Bangka Selatan memburu dua pelaku yang diduga membuntuti dan melakukan penyiraman air keras terhadap warga Kecamatan Toboali.
TOBOALI, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka Selatan memburu dua pelaku yang diduga membuntuti dan melakukan penyiraman air keras terhadap warga Kecamatan Toboali, M Rosidi di Jalan Ampera pada Selasa (17/2) malam.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bangka Selatan, Iptu GJ Budi menyatakan, kasus penyiraman air keras yang menimpa M. Rosidi telah ditangani pihak kepolisian. Penyidik saat ini telah bergerak secara masif melakukan penyelidikan secara intensif.
Pendalaman dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif di balik aksi penyiraman tersebut. "Polres Bangka Selatan memang sudah menerima laporan dari keluarga korban," kata GJ Budi, Jumat (20/2).
Menurutnya, penyelidikan difokuskan pada identifikasi pelaku. Aparat memastikan seluruh satuan fungsi terkait dilibatkan guna mempercepat pengungkapan. Polisi juga tengah mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti di lapangan. Termasuk menelusuri kemungkinan keberadaan saksi serta rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Kepolisian memastikan proses penyelidikan terus berjalan. Pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus penyiraman air keras yang terjadi di wilayah Toboali tersebut. "Sampai saat ini Polres Bangka Selatan sedang melakukan penyelidikan," ujar GJ Budi.
Diberitakan sebelumnya, M Rosidi masih terbaring di atas ranjang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Kabupaten Bangka Selatan. Telapak kaki hingga betis tampak dibalut perban putih tebal. Balutan perban juga terlihat pada bagian paha, hingga pergelangan tangan menutupi area yang memerlukan perawatan.
Sejumlah luka terbuka berwarna hitam sesekali terlihat dari balik balutan perban tersebut. Sudah sejak semalam M. Rosidi menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK). "Sudah sejak semalam dirawat di rumah sakit," kata Rosidi, Rabu (18/2).
M. Rosidi mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.06 WIB. Kala itu dirinya baru saja beranjak dari Warung Kopi (Warkop) 77 di Toboali menggunakan mobil miliknya merek Suzuki Ertiga warna merah marun. Dengan kondisi kaca pintu samping kanan mobilnya terbuka, membiarkan udara malam masuk.
Sesampainya di persimpangan lampu merah Ampera dua orang datang mendekat. Sepeda motor matik melaju pelan. Tak ada sapaan, tak ada peringatan. Dalam hitungan detik, cairan disiramkan ke arah tubuhnya. Seketika rasa panas menyambar, cepat dan menyakitkan.
Rosidi yang masih berada di balik kemudi ketika cairan itu mengenai tubuhnya. Ia merasakan panas yang berbeda, menyengat dan membuat kulit terasa terbakar. Dua orang tak dikenal itu langsung tancap gas, meninggalkan lokasi. "Pelakunya ada dua orang, berboncengan menggunakan sepeda motor matik," jelas M. Rosidi. (u1)
| Program Beasiswa SDM Sawit 2026 Sediakan 5.000 Kuota Nasional |
|
|---|
| Lindungi Anak di Ruang Digital, Bangka Selatan Siap Implementasikan PP Tunas |
|
|---|
| Kapolres Bangka Selatan Pimpin Sertijab Tiga PJU, Kasi Humas dan Dua Kapolsek Berganti |
|
|---|
| Polisi dan Warga Gotong Royong Sembelih Hewan Kurban |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban, Belum Ada Temuan Penyakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260218-M-Rosidi-ketika-menjalani-perawatan.jpg)