Sabtu, 11 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pertanian Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung

Beberapa sektor yang dinilai memiliki prospek besar, antara lain, sektor pertanian, pariwisata

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
DISEMINASI LPP - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) di Ruang Tanjung Kelayang, lantai 4, Kantor Perwakilan BI Babel, Kamis (12/3/2026). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Bangka Belitung masih memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Beberapa sektor yang dinilai memiliki prospek besar, antara lain, sektor pertanian, pariwisata, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, usai kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) di Ruang Tanjung Kelayang, lantai 4, Kantor Perwakilan BI Babel, Kamis (12/3/2026).

“Di tengah dinamika ekonomi yang terjadi, Bangka Belitung tetap memiliki potensi besar. Jika disinergikan dengan baik antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, potensi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah ke depan,” kata Rommy.

Sementara itu, dalam sambutannya pada kegiatan diseminasi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari Bank Danamon dan Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung, serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan tersebut, Rommy mengatakan, Bangka Belitung tetap memiliki fondasi yang kuat untuk terus tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan nasional. 

"Untuk mengawali tahun 2026, kita perlu membangun optimisme. Kita juga harus memiliki komitmen bersama sebagai insan Bangka Belitung. Siapa lagi yang akan memikirkan daerah kita kalau bukan kita sendiri," kata Rommy dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam pengendalian inflasi, termasuk melalui gerakan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan.

"Semangat pengendalian inflasi itu bisa dimulai dari rumah. Pekarangan bisa diaktifkan untuk menanam berbagai kebutuhan pangan," ujar Rommy.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan langkah Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terus mendorong gerakan pengendalian inflasi melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Gerakan ini telah diluncurkan di kawasan Sumatra dan diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan rumah tangga.

Melalui kegiatan diseminasi LPP tersebut, Bank Indonesia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat makin kuat dalam mendorong pembangunan ekonomi Bangka Belitung yang lebih berkelanjutan. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved