Minggu, 7 Juni 2026

Berita Bangka

HAKLI Babel Ikut Peringati Hari Air Sedunia

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka Belitung, Boy Yandra menyampaikan peringatan soal risiko krisis air.

Tayang:
Istimewa
Boy Yandra. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka Belitung, Boy Yandra menyampaikan peringatan soal risiko krisis air. Hal itu Boy Yandra sampaikan berkenaan dengan momentum peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Maret.

Boy Yandra menyebut, Hari Air Sedunia tersebut didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya air dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan terus menerus. "Jadi di sini kita melihat Hari Air Sedunia ini yang pertama dapat meningkatkan kesadaran tentang air bagi kehidupan kita," kata Boy Yandra, Selasa (24/3).

Menurutnya, masyarakat diminta berhemat dan memanfaatkan air dengan sebaik mungkin dalam kehidupan sehari-hari. Dirinya juga berharap masyarakat dapat mengelola air secara berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk penggunaan dan pemenuhan saat ini maupun masa depan tanpa krisis air seperti di negara-negara lain.

"Kita harus dapat mengatasi krisis air dan perlu meningkatkan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat," ungkapnya.

Ia menambahkan, ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya krisis air. Salah satunya dengan inovasi toilet yang hemat air dengan sistem irigasi yang efisien. "Kemudian pengelolaan air limbahnya juga perlu dipikirkan, termasuk di industri-industri," jelasnya.

Kemudian, perlunya juga gerakan konservasi air dengan berbagai cara seperti melindungi hutan dan lahan basah yang menjadi penyumbang air bersih. "Dengan begitu kita bisa menjaga kualitas dan kuantitas air yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Lalu, penyediaan air bersih juga dapat dilakukan dengan desalinasi air laut, pengumpulan air hujan atau penggunaan air tanah yang berkelanjutan. Namun, ia menegaskan, yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk menghemat air dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

"Ini yang pasti dan kami berharap supaya penggunaan air dapat dilakukan secara efisien sehingga bisa membantu mengurangi risiko krisis air," ujarnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved