Senin, 13 April 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Ayam Potong di Pasar Pagi Pangkalpinang Berangsur Turun

Penurunan harga ayam potong tersebut berkisar Rp15.000-Rp17.000 per kilogram.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Rindu Venisa Valensia
AYAM POTONG - Ayam potong tersusun di lapak pedagang di Pasar Pagi, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung,Kamis (26/3/2026). Harga ayam potong di pasar ini berangsur turun. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Harga ayam potong di Pasar Pagi, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, berangsur turun setelah Lebaran 2026.

Penurunannya berkisar Rp15.000-Rp17.000 per kilogram. 

Dari pantauan Bangka Pos di Pasar Pagi pada Kamis (26/3/2026), harga ayam potong berkisar Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Angka tersebut turun dibandingkan dengan sebelum Lebaran yang sempat menyentuh Rp60.000 per kilogram.

“Kalau sekarang sekitar Rp43.000 sampai Rp45.000. Dulu sebelum Lebaran bisa sampai Rp60.000,” kata salah satu pedagang ayam potong, Ernawati (47).

Menurut Ernawati, lonjakan harga ayam potong yang terjadi sebelum Lebaran kemarin disebabkan tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok.

“Waktu itu stok kurang, yang cari banyak, jadi harga naik. Sekarang sudah kembali normal,” tuturnya. 

Meski harga mulai turun, Ernawati mengaku tingkat penjualan masih tergolong stabil.

Ia tetap menjual ayam potong dalam jumlah yang hampir sama seperti hari-hari sebelumnya.

“Masih ramai, masih ada terus yang beli,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan pedagang ayam potong lainnya, Andika (28).

Ia mengatakan harga ayam berangsur turun setelah sempat mengalami kenaikan signifikan sebelum Lebaran.

“Sebelum Lebaran sempat mahal, bisa sampai Rp60.000 per ekor. Sekarang sudah stabil lagi,” ujar Andika.

Sementara itu, seorang warga bernama Epinda (31) mengaku harga ayam potong saat ini masih dalam batas wajar dan tidak terlalu membebani.

“Sekarang sekitar Rp43.000, masih normal. Memang pas Lebaran kemarin sempat naik sampai Rp48.000 sampai Rp52.000 untuk ayam potong,” katanya.

Menurut Epinda, kenaikan harga saat momen Lebaran sudah menjadi hal yang biasa terjadi setiap tahun.

“Memang biasanya begitu kalau Lebaran, permintaan tinggi jadi harga ikut naik,” ujarnya. (mg2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved