Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Belitung Timur

Periode Lebaran 2026, Volume Sampah  di Belitung Timur Tembus 50 Ton per Hari

Volume sampah di Belitung Timur membengkak hingga menyentuh angka 50 ton per hari selama periode Lebaran 2026

Tayang:
Editor: suhendri
posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
KONTAINER SAMPAH - Sebuah kontainer sampah yang berada di kawasan kantor Camat Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (27/3/2026). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Belitung Timur mencatat adanya lonjakan volume sampah hingga menyentuh angka 50 ton per hari selama periode Lebaran 2026. Volume sampah paling banyak berasal dari wilayah Kecamatan Manggar. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Volume sampah di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, membengkak hingga menyentuh angka 50 ton per hari selama periode Lebaran 2026.

Lonjakan volume sampah tersebut menjadi catatan khusus bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Beltim guna menjaga kebersihan kota.

Kepala Bidang Persampahan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Beltim Widiyanto mengatakan, volume sampah sudah mulai merangkak naik sejak awal bulan Ramadan, seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Namun, puncaknya terjadi saat masyarakat mulai berbenah untuk menyambut hari raya Idulfitri.

Menurut Widiyanto, aktivitas bersih-bersih rumah yang dilakukan hampir seluruh warga secara bersamaan menjadi pemicu utama meluapnya bak-bak penampungan sampah.

"Volume sampah memang kalau dilihat dari yang dikirim data kemarin tuh ada peningkatanlah. Bukan hanya dari Lebaran sebenarnya, dari awal Ramadan pun sudah kelihatan. Mungkin makin melonjak karena masyarakat sibuk berbenah," kata Widiyanto, Jumat (27/3/2026).

Dalam kondisi normal, lanjut dia, mesin pengelolaan sampah di Beltim biasanya hanya mengolah sekitar 30-35 ton sampah setiap harinya.

Namun, selama periode Lebaran 2026, laporan yang masuk dari para petugas di tempat pemrosesan akhir (TPA) menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi, yakni 40-50 ton per hari.

"Kalau rata-rata kita kan per hari itu sekitar 30 sampai 35 ton. Waktu Lebaran itu ada hari-hari tertentu tuh bisa capai 40, 50 ton gitu per hari dari laporan kawan-kawan yang masuk TPA," tutur Widiyanto.

Dia menyebutkan, penyumbang sampah terbesar adalah wilayah Kecamatan Manggar.

Menurut Widiyanto, kondisi wilayah Manggar yang merupakan perkotaan membuat produksi sampahnya jauh lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya seperti Gantung, Damar, dan Kelapa Kampit.

"Kalau dominannya memang daerah Manggar. Pelayanan kita kan terbesar paling banyak di Manggar gitu. Dan memang ya wajarlah kalau gitu kan karena kota dengan kondisi ramai penduduk," ujar Widiyanto. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved