Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Belitung Timur

Edukasi Lewat Liburan di Kabupaten Belitung Timur, Yusril Ajak Cucu Belajar Sejarah

Yusril Ihza Mahendra mengakui, momen liburan keluarga bukan sekadar rekreasi, melainkan instrumen untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan sejarah.

Tayang:
posbelitung.co
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra mengakui, momen liburan keluarga bukan sekadar rekreasi, melainkan instrumen untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan sejarah.

Hal ini disampaikannya, saat memanfaatkan libur panjang Iduladha 1447 Hijriah, dengan memboyong anak-anaknya pulang ke tanah kelahirannya di Kabupaten Belitung Timur untuk melakukan napak tilas keluarga, Rabu (27/5).

Yusril mengatakan ada banyak nilai kehidupan, sejarah lokal, hingga kebudayaan daerah yang sangat penting namun sama sekali tidak pernah diajarkan di bangku sekolah formal. "Di sini tempat saya lahir, di sini ada orang tua kita dan makamnya. Saya mengajak anak-anak ke sini untuk menceritakan sejarahnya, sejarah pulau ini, agar mereka tahu tentang kultur mereka," kata Yusril.

Dari mudik ini, Yusril mengenalkan kepada anak-anaknya bahwa masyarakat Belitung merupakan rumpun yang menggunakan bahasa Melayu serta hidup dalam tatanan adat istiadat yang dipengaruhi kuat oleh nilai-nilai Islam. Tak hanya itu, ia juga memperlihatkan masjid-masjid bersejarah di Belitung Timur yang dulu dibangun oleh para leluhur dan kakek mereka terdahulu.

Kebiasaan mendidik anak melalui wisata sejarah ini diakui Yusril meniru metode almarhum ayahnya yang dulu merupakan seorang penggila buku sejarah. Kebiasaan itu kini ia terapkan secara konsisten kepada anak-anaknya. "Nilai-nilai historis seperti ini tidak bisa diajarkan di sekolah. Mumpung kita sebagai orang tua masih ada, nilai-nilai ini harus ditunjukkan dan diajarkan langsung," ujarnya.

Selain itu, Yusril juga mengajak anak-anaknya menikmati keindahan bahari. Mereka mengunjungi pulau-pulau kecil warisan leluhurnya di perairan Belitung Timur. Satu di antara pulau itu adalah Pulau Siadong. 

Yusril menyebut pulau tersebut adalah tanah turun-temurun milik kakek buyutnya terdahulu yang bernama Haji Ahmad dan hingga kini kelestariannya terus dijaga oleh keluarga besar Ihza Mahendra.

Tentunya, ketertarikan Yusril pada sejarah tidak terbatas pada Belitung saja. Pada libur panjang sebelumnya, ia memboyong keluarga mengeksplorasi Maluku dan Papua Barat untuk mempelajari jejak sejarah masa lalu.

Yusril menceritakan sebuah narasi sejarah dunia yang luar biasa kepada anak-anaknya mengenai bagaimana komoditas rempah-rempah asal Maluku telah menjadi pusat perdagangan internasional sejak ribuan tahun silam. "Maluku ini bukan sembarang tempat. Pusat rempah-rempah itu di sini sampai-sampai diincar Belanda," ucapnya.

Yusril juga menambahkan kisah sejarah mengenai genosida di Kepulauan Banda pada abad ke-17 akibat monopoli Belanda, hingga sejarah makam Arab pra-Islam di Barus, Sumatera Utara, yang terkoneksi langsung pada jalur perdagangan internasional zaman Khalifah Utsman bin Affan.

Bagi Yusril, perjalanan melintasi berbagai daerah di Indonesia secara tidak langsung merupakan metode terbaik untuk mengajarkan sejarah secara nyata kepada anak-anaknya. "Jadi liburan itu buat saya bukan hanya sekadar untuk bersenang-senang semata. Tapi ada muatan edukasi berharga yang bisa kita wariskan dari generasi ke generasi," pungkasnya. (z1)

Libur Panjang Dongkrak Ekonomi
MENTERI Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra melayangkan kritik terhadap sekolah yang mengabaikan kebijakan libur nasional dan cuti bersama dari pemerintah. 

Kritik tersebut disampaikan Yusril saat memanfaatkan momen libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah untuk pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (27/5).

Yusril menjelaskan pemerintah pusat menetapkan skema libur nasional yang berderet disertai cuti bersama bukanlah tanpa alasan, melainkan sudah melalui perhitungan matang terkait pergerakan ekonomi nasional.

"Pemerintah itu sudah menghitung kenapa ada libur panjang dan cuti bersama. Itu ada dampaknya terhadap pergerakan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi itu bisa naik nol koma sekian persen karena adanya hari libur," ujar Yusril.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved