Berita Belitung Timur
Edukasi Lewat Liburan di Kabupaten Belitung Timur, Yusril Ajak Cucu Belajar Sejarah
Yusril Ihza Mahendra mengakui, momen liburan keluarga bukan sekadar rekreasi, melainkan instrumen untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan sejarah.
Yusril mengungkapkan, ketika masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk bepergian ke daerah-daerah, akan terjadi perputaran uang yang masif di tingkat masyarakat. Masyarakat yang mudik atau berwisata pasti akan membelanjakan uang mereka untuk makan di restoran, singgah di warung-warung lokal, menyewa penginapan, hingga membeli produk oleh-oleh khas daerah.
Namun, Yusril menyayangkan masih banyak sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan internal di tengah masa cuti bersama yang telah ditetapkan negara. "Kita orang tua sudah merencanakan libur panjang sampai 5 atau 6 hari. Sudah beli tiket dan booking hotel, tapi tiba-tiba tidak jadi karena anak-anaknya ada kegiatan internal sekolah," ucapnya.
Yusril mengimbau kepada pihak pengelola sekolah untuk lebih taat dan menyelaraskan agenda mereka dengan kebijakan hari libur resmi dari pemerintah. "Saya mengimbau SMP dan SMA jangan ngotot begitulah. Sudah tahu ada libur nasional dan cuti bersama, tetap saja ngotot bikin kegiatan," ungkapnya.
Yusril beranggapan bahwa liburan bersama keluarga memiliki fungsi penting yang tidak akan pernah bisa digantikan, seperti pendidikan karakter dan pengenalan akar budaya. "Sekolah itu penting, tapi jangan abaikan kesempatan anak untuk bertemu keluarga. Libur bersama ini harus dimanfaatkan agar ada pergerakan ekonomi, sekaligus membangun kedekatan emosional antara anak dan orang tua," tegasnya. (z1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Yusril-Ihza-Mahendra.jpg)