Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Belitung Timur

BPS Belitung Timur Sasar Sensus Usaha Digital

Sebanyak 120 lebih petugas sensus akan diterjunkan secara door-to-door untuk melakukan pendataan besar-besaran dalam tajuk Sensus Ekonomi 2026.

Tayang:
Istimewa/Dok. BPS Beltim
ILUSTRASI - Petugas saat melakukan sensus Regsosek 2022 di rumah warga di Belitung Timur. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Sebanyak 120 lebih petugas sensus akan diterjunkan secara door-to-door untuk melakukan pendataan besar-besaran dalam tajuk Sensus Ekonomi 2026. Momen ini merupakan agenda langka 10 tahun sekali yang akan memotret wajah asli ekonomi di Belitung Timur

Plh Kepala BPS Belitung Timur, Syahroni mengatakan, kali ini petugas tidak hanya akan menyisir pasar atau deretan ruko yang terlihat jelas secara fisik saja. "Seluruh usaha, mulai dari usaha perorangan, usaha mikro kecil sampai usaha besar itu didata. Ini dilakukan door to door, identifikasi ke setiap rumah karena barangkali ada usaha-usaha yang dilakukan secara digital yang tidak kasat mata gitu," ujar Syahroni, Senin (30/3).

Petugas sensus nantinya harus jeli melihat potensi ini, meski dari luar rumah hanya terlihat seperti hunian biasa. Diakuinya, tanpa pendataan rumah ke rumah, pemerintah akan kehilangan data penting mengenai pelaku usaha mandiri yang bergerak di dunia maya. "Sekarang usaha itu sudah bertransformasi, tidak hanya melalui usaha bentuk fisik tapi juga usaha yang dilakukan melalui media digital. Jadi seluruhnya itu mau didata," ucapnya.

Tak bisa dipungkiri bagi sebagian masyarakat kedatangan petugas sensus mungkin sering dianggap sebagai beban. Namun, Syahroni menjelaskan data yang diberikan adalah bentuk kontribusi nyata warga dalam membantu pemerintah merancang kebijakan yang tepat sasaran.

Oleh karena itu, BPS berharap masyarakat tidak perlu merasa curiga saat didatangi petugas. Kejujuran mengenai omzet, jenis usaha, hingga kendala yang dihadapi tentunya dapat menjadi bantuan untuk mengetahui potensi ekonomi di daerah ini.

"Momen langka ini tolong benar-benar dimanfaatkan, tolong benar-benar dibantu, tolong benar-benar diberikan jawaban. Karena bentuk kontribusi nyata kita bagi pemerintah ya itu tadi, dengan menerima kedatangan petugas dan memberikan data yang benar," ungkap Syahroni.

Syahroni berharap melalui Sensus Ekonomi, tidak ada lagi pelaku usaha digital yang merasa dipinggirkan. Semua aktivitas ekonomi akan dihitung sebagai bagian dari kekuatan ekonomi daerah. Ia menegaskan, kesuksesan pendataan ini sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat untuk menjawab setiap pertanyaan kuesioner apa adanya.

"Penting bagi Indonesia untuk melakukan pemetaan usaha agar terpetakan potensi ekonomi berdasarkan skalanya dan sektornya seperti apa," ujarnya. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved