Kamis, 9 April 2026

Berita Belitung

Gubernur Halalbihalal Bersama Forum Kedukunan Adat Belitung

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani menghadiri kegiatan halalbihalal sekaligus tradisi Maras Taun yang digelar Forum Kedukunan Adat se-Belitung.

Dokumentasi
HALALBIHALAL - Gubernur Babel, Hidayat Arsani saat memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal dan Maras Taun di Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung pada Minggu (5/4). 

MEMBALONG, BABEL NEWS - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menghadiri kegiatan halalbihalal sekaligus tradisi Maras Taun yang digelar Forum Kedukunan Adat se-Belitung (FKAB) pada Minggu (5/4). Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua FKAB, Mukti Maharip di Dusun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong.

Selain gubernur, acara juga dihadiri Wakil Bupati Belitung Syamsir, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Hidayat Arsani mengajak seluruh dukun di Bangka Belitung untuk memperkuat persatuan dan turut menjaga stabilitas daerah. "Mari kita Indonesia bersatu, Babel bersatu. Dengan satu pantun, ayu ting-ting anaknya satu, ayo semua dukun bersatu untuk Bangka Belitung," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini terdapat isu yang kurang berkenan di masyarakat. Menurutnya, seluruh kebijakan yang diambil tetap mengacu pada aturan dan administrasi yang berlaku. "Saya mohon maaf kalau selama ini ada isu yang tidak enak. Tapi saya bekerja sesuai aturan dan agenda," katanya.

Hidayat Arsani menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir dan bersinergi dengan para dukun sebagai bagian dari tokoh masyarakat di Bangka Belitung. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan pasca-pelaksanaan Pilkada.

Menurutnya, para dukun juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Para dukun di Babel ini punya peranan besar dalam menjaga stabilitas daerah, karena mereka juga sebagai tokoh masyarakat," tambahnya.

Ketua FKAB, Mukti Maharip mengatakan, kegiatan halalbihalal ini menjadi wadah untuk mempererat persatuan para dukun di wilayah Belitung. "Acara ini sebagai wadah persatuan bagi para dukun. Memang tidak mudah menyatukan mereka, berbeda dengan RT atau RW. Tapi kami akan terus berupaya," ujarnya.

Selain halalbihalal, kegiatan juga dirangkaikan dengan tradisi Maras Taun sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan. "Maras Taun ini wujud syukur kami atas apa yang diberikan Tuhan dan harapan keselamatan ke depan. Dalam prosesinya ada ritual bebuang untuk menghormati kepercayaan dua alam," jelasnya.

Ia berharap tradisi tersebut tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. "Kegiatan ini untuk menjaga warisan budaya yang mulai tergerus zaman. Harapannya ke depan tetap dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya," katanya. (dol)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved