Minggu, 26 April 2026

Berita Bangka Barat

4 Pekerja Tambang Disambar Petir, Satu Warga Meninggal Dunia, Luka Berat dan Luka Ringan

Empat orang pekerja tambang di perairan Laut Belembang, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, tersambar petir saat beraktivitas di atas ponton.

()
Ilustrasi: Tewas disambar petir 

PARITTIGA, BABEL NEWS - Empat orang pekerja tambang di perairan Laut Belembang, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, tersambar petir saat beraktivitas di atas ponton, Selasa (7/4) siang. Satu orang di antaranya meninggal dunia, satu luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Korban meninggal dunia bernama Eko Sumiarso (49), warga Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Sekar Biru menggunakan ambulans. Namun, sesampainya di puskesmas, korban mengembuskan napas terakhir.

Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.02 WIB. "Kalau data detail belum ada, hanya tadi dapat kabar katanya satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat dirujuk ke RSUD terus dua orang luka ringan," kata Adhian Zulhajjany.

Saat kejadian, diakuinya, cuaca di lokasi tiba-tiba berubah menjadi mendung gelap disertai hujan dan kilatan petir. "Iya memang cuaca di Parittiga dan sekitarnya tadi siang sekitar pukul 14.30 WIB, cuaca tiba-tiba mendung, terus hujan diiringi kilat petir," katanya. 

Saat ini korban yang meninggal dunia telah berada di rumah duka, dan dimakamkan pada Rabu (8/4) pagi. Ia juga memberikan imbauan, ketika datang hujan atau badai, warga diminta untuk dapat lebih waspada dan mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari risiko tersambar petir atau kecelakaan lainnya di area terbuka.

Kapolsek Jebus, AKP Ogan Arif Teguh turut membenarkan kejadian ini. Diketahui, warga yang meninggal dunia sebagai pemilik ponton bernama Eko Sumiarso. Sedangkan, satu rekan kerjanya, Sapurman alias Agil (40), warga Air Pandan, Mendo Barat, mengalami luka berat, sempat dirawat di Puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Sementara dua rekan lainnya, Rusminiati (32) dan Saripah (30), warga Desa Bakit, selamat dalam kejadian.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi saat korban selesai bekerja mencari biji timah menggunakan ponton tower miliknya dan hendak pulang. Cuaca tiba-tiba berubah menjadi gelap disertai hujan lebat dan petir. 

"Korban bersama satu rekannya kemudian berteduh di ponton. Bersama Rusmini dan Saripah tukang nyanting. Namun, korban tersambar petir di ponton tempat mereka bekerja," kata Ogan Arif Teguh, Rabu (8/4).

Saat kejadian, para pekerja lain yang berada di lokasi secara spontan memberikan pertolongan kepada korban. "Korban Eko meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Puskesmas Sekar Biru. Selain itu, satu orang menjalani perawatan di Puskesmas Sekar Biru, sedangkan dua lainnya, Rusmini dan Saripah, telah beristirahat di kediamannya," jelasnya.

Ia menambahkan, jenazah Eko Sumiarso saat ini telah berada di rumah duka di Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, dan telah dikebumikan di TPU Desa Bakit. "Polisi juga telah melakukan kegiatan sambang duka atas kejadian tersebut," ujarnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved