Selasa, 14 April 2026

Berita Bangka Tengah

Pedagang Plastik Terpaksa Sesuaikan Kenaikan Harga

Sejumlah pemilik toko plastik di daerah tersebut, terpaksa menyesuaikan kenaikan harga dengan harus mengeluarkan modal yang lebih besar.

Bangkapos.com
TOKO PLASTIK - Aktivitas jual beli yang berlangsung di toko plastik milik Fajar di kawasan Kecamatan Koba, Bangka Tengah, pada Kamis (9/4). 

KOBA, BABEL NEWS - Sejumlah masyarakat di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, mulai merasakan dampak kenaikan harga plastik yang melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah pemilik toko plastik di daerah tersebut, terpaksa menyesuaikan kenaikan harga dengan harus mengeluarkan modal yang lebih besar.

Pemilik toko plastik di Kecamatan Koba, Fajar menyampaikan, hal itu harus dilakukan karena memang kenaikan harga hampir terjadi pada semua jenis barang yang terbuat dari plastik. "Untuk harga plastik ini bukan naik lagi, tapi memang ganti harga. Misalkan biasanya kami harga modal sekitar Rp750 ribu per karung, sekarang bisa sampai Rp1,3 juta per karungnya. Kami sebagai pedagang sekarang harus menambah modal," ujar Fajar, Kamis (9/4).

Fajar mengakui, beberapa barang bahkan mengalami kenaikan lebih dari 50 persen, sehingga mencapai rekor harga paling tinggi selama dirinya berjualan. "Misalkan kantong plastik yang putih, harga satu pak itu Rp35 ribu, sekarang sudah sampai Rp58 ribu. Ini jadi harga paling tinggi selama saya berjualan," tambahnya.

Diakuinya, berdasarkan informasi dari pihak produsen, kenikan harga ini tidak terlepas dari terjadinya gejolak di dunia internasional. "Kenaikan ini sudah sejak satu hari setelah perang di Iran. Karana bahan biji plastik kan dari Timur Tengah, dari kita tidak ada bahannya. Begitu sih infonya," katanya.

Ia menyebutkan, masih ada kemungkinan harga ini akan terus mengalami kenaikan hingga beberapa waktu ke depan. "Tapi mudah-mudahan kembali normal lah. Yang beli di kami kan kebanyakan UMKM, mereka mengeluh pastinya, tapi mau gimana lagi kan, kita modal juga sudah besar," tuturnya.

Pelaku UMKM di Bangka Tengah, Siti Aisyah turut mengeluhkan kondisi ini. Penjual aneka kue-kue basah yang biasa menjajakkan dagangannnya di kawasan Pujasera, Kecamatan Koba ini mengakui, Aisyah, kenaikan harga plastik tersebut berdampak kepada penurunan jumlah keuntungan dari usaha miliknya tersebut.

Terlebih lagi, ia memang menjual kue basah seperti buko pandan, brownies ataupun cheese cake yang memang ditempatkan pada wadah plastik sebagai tempat pembungkusnya. "Kalau untuk sekarang harga plastik itu kami bilang bukan naik lagi ya, tapi sudah berubah harga. Dari plastik yang biasa kami beli Rp10.000, sekarang jadi Rp16.000 per bungkus," kata Siti Aisyah.

"Terus untuk plastik kemasan kue yang bisa kita pakai juga naik. Dari harga Rp15.000 per pak menjadi Rp17.000 sekarang. Isinya 25 cup per pak nya," tambahnya.

Siti Aisyah menyebutkan, jika kenaikan itu terus terjadi tentu menaikkan harga dagangan merupakan pilihan paling realistis agar tetap mendapatkan keuntungan dari usahanya. "Kalau untuk sekarang kami belum melakukan kenaikan harga atau bagaimana. Tapi mungkin untuk ke depannya kalau memang tidak ada penurunan harga lagi untuk plastik, mau tidak mau harus kami naikkan," katanya.

Dirinya berharap agar pemerintah bisa melakukan intervensi supaya fenomena ini tidak terus berlanjut dan kembali normal seperti sebelumnya. "Mudah-mudahan cepat turun lagi lah. Walaupun katanya ini karena perang di luar, mudah-mudahan pemerintah bisa bantu kami supaya ini normal lagi," harapnya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved