Selasa, 28 April 2026

Berita Pangkalpinang

Angin Kencang Masih Mengintai, BMKG Ingatkan Warga Babel Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
ATAP ROBOH - Atap teras berbahan baja ringan di rumah warga Perumahan Seruni, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, roboh setelah diterjang angin kencang, Sabtu (25/4/2026). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang, yang masih mengintai pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau seperti saat ini.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul bencana angin kencang yang melanda wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya pada Sabtu (25/4/2026) lalu.

Bencana ini mengakibatkan pohon tumbang dan atap rumah warga beterbangan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Nindi, menyampaikan, potensi angin kencang masih dapat terjadi akibat pertumbuhan awan hujan yang cukup masif, khususnya awan jenis kumulonimbus.

"Awan kumulonimbus ini dapat menghasilkan hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini umum terjadi pada masa peralihan musim," kata Annisa kepada Bangka Pos, Senin (27/4/2026).

Pada periode pancaroba, lanjut dia, kondisi atmosfer cenderung labil sehingga memicu perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi dalam jangka pendek.

Cuaca bisa berubah sewaktu-waktu, dari cerah tiba-tiba menjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, banjir, hingga kerusakan bangunan akibat terpaan angin.

Karena itu, masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

"Masyarakat perlu memahami informasi dan peringatan dini cuaca yang kami keluarkan. Jika ada potensi cuaca ekstrem, sebaiknya menunda aktivitas di luar rumah demi keselamatan," ujar Annisa.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang berpotensi roboh saat terjadi hujan disertai angin kencang dan petir.

BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan informasi secara berkala guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan dari potensi cuaca ekstrem tersebut. 

Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Pulau Bangka, Provinsi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (25/4/2026).

Kerusakan bangunan dan pohon tumbang terjadi di sejumlah wilayah. 

Didominasi atap rumah

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved