Rabu, 29 April 2026

Berita Pangkalpinang

Akses Sanitasi Aman Baru 7,61 Persen, Pemprov Babel Jalankan Program PPSS

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman.

Tayang:
Editor: suhendri
Ist/Dok. Raymond B Munthe
BAHAS PPSP - Rapat membahas program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) 2026 di Ruang Pasir Padi, kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (27/4/2026). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) 2026 mulai Selasa (14/4/2026). Program tersebut bertujuan menciptakan kondisi sanitasi yang aman.

Kepala Seksi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Raymond B Munthe, mengatakan, capaian sanitasi aman di Bangka Belitung masih tertinggal dari target. 

“Hingga 2024, akses sanitasi aman baru menyentuh 7,61 persen. Sanitasi merupakan kebutuhan dasar dan bagian dari hak masyarakat yang harus dipenuhi," kata Raymond, Senin (27/4/2026).

Melalui program PPSP, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan akses sanitasi aman mencapai 14,896 persen pada 2029.

"Artinya, masih ada selisih yang perlu dikejar dalam beberapa tahun ke depan," ujar Raymond.

Tidak hanya itu, persoalan persampahan di Bangka Belitung juga menjadi sorotan.

Raymond menyebutkan, selama ini pengelolaan sampah di Negeri Serumpun Sebalai masih bertumpu pada pola kumpul-angkut-buang. Pola tersebut dinilai tidak memadai lagi.

Pemerintah, lanjut dia, kini mendorong pendekatan baru, yakni pengelolaan terpadu dari hulu hingga hilir dengan target 60,8 persen sampah dapat terolah pada 2029.

Sementara itu, berdasarkan data PUPRPRKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga saat ini capaiannya baru berada di angka 0,14 persen.

"Melalui PPSP 2026, pemerintah daerah berharap ada percepatan dalam peningkatan layanan sanitasi, sekaligus perbaikan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan," tutur Raymond. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved