Rabu, 6 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Ekonomian Pangkalpinang Melambat di Triwulan IV-2025, Ini Pemicunya

Kinerja perekonomian Kota Pangkalpinang pada triwulan IV-2025 menunjukkan perlambatan. 

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kinerja perekonomian Kota Pangkalpinang pada triwulan IV-2025 menunjukkan perlambatan. 

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, ekonomi ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami kontraksi, baik secara triwulanan maupun tahunan.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, mengungkapkan, ekonomi Pangkalpinang pada triwulan IV-2025 terkontraksi sebesar 0,81 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/y-on-y), terkontraksi 2,97 persen.

"Namun demikian, secara kumulatif hingga akhir 2025, ekonomi Pangkalpinang masih mencatat pertumbuhan sebesar 4,54 persen," kata Dewi, Selasa (5/5/2026).

Dari sisi besaran ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pangkalpinang atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan IV-2025 mencapai Rp5,11 triliun.

Sementara itu, atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 tercatat sebesar Rp2,71 triliun.

Kontraksi ekonomi Pangkalpinang tidak lepas dari tekanan yang terjadi pada sektor sekunder.

Pada triwulan IV-2025 secara q-to-q, sektor ini terkontraksi paling dalam hingga 19,89 persen.

Secara tahunan, tekanan di sektor sekunder bahkan lebih tajam dengan kontraksi mencapai 34,28 persen.

Kondisi ini menjadi faktor utama yang menahan laju pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang.

"Sebaliknya, sektor primer dan tersier masih menunjukkan kinerja positif. Secara q-to-q, sektor primer tumbuh 12,57 persen dan sektor tersier meningkat 4,77 persen. Adapun secara y-on-y, sektor primer tumbuh 7,98 persen dan sektor tersier 9,66 persen," tutur Dewi.

Untuk diketahui, sektor primer adalah fondasi ekonomi yang mencakup kegiatan pengelolaan sumber daya alam langsung, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan.

Sektor sekunder merupakan kelompok sektor ekonomi yang berfokus pada pengolahan bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. 

Adapun sektor tersier adalah sektor ekonomi yang fokus pada penyediaan jasa atau layanan tak berwujud kepada konsumen dan bisnis lain, bukan memproduksi barang fisik.

Struktur ekonomi Pangkalpinang masih didominasi oleh sektor tersier dengan kontribusi sebesar 74,01 persen. Disusul sektor sekunder 20,64 persen, dan sektor primer sebesar 5,35 persen.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved