Kamis, 7 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

Rumah Sakit Dituntut Bersiap Hadapi Perubahan Kebijakan Kesehatan

Bangka Belitung menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar, Workshop, Hospital and Medical Fair Regional Sumbagsel 2026. 

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
SEMINAR - Pelaksanaan Seminar, Workshop, Hospital and Medical Fair Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) 2026 di Novotel Bangka Hotel & Convention Center, Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (7/5/2026). 

PANGKALANBARU, BABEL NEWS - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar, Workshop, Hospital and Medical Fair Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) 2026. 

Kegiatan yang mengusung tema "Mewujudkan Rumah Sakit Unggul dan Tangguh di Era Perubahan" ini digelar di Novotel Bangka Hotel & Convention Center, Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, 7-9 Mei 2026. 

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan rumah sakit dari sejumlah provinsi di wilayah Sumatera bagian selatan, mulai dari Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, hingga Kepulauan Bangka Belitung

Adapun para narasumber mayoritas berasal dari luar daerah dan merupakan rekomendasi langsung dari pengurus pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi).

Beberapa di antaranya berasal dari BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan hingga pengurus pusat organisasi rumah sakit nasional.

Ketua panitia pelaksana, Egha Zainur Ramadhani,mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda regionalisasi Persi yang didorong langsung oleh pengurus pusat.

"Ini adalah acara Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, khususnya area Sumatera bagian selatan. Ada Lampung, Bengkulu, Palembang, Jambi, serta Bangka Belitung sendiri, kata Egha kepada Bangka Pos, Kamis (7/5/2026).

“Untuk sesi ini, dari versi pusat menyemangati adanya regionalisasi dan kebetulan Bangka Belitung menjadi tuan rumah," lanjutnya.

Egha menyebut forum tersebut menjadi momentum penting bagi rumah sakit untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menghadapi perubahan kebijakan di sektor kesehatan.

Rumah sakit, kata dia, saat ini dituntut bersiap menghadapi berbagai perubahan kebijakan. 

“Karena itu nanti ada pemaparan dari BPJS Kesehatan terkait langkah-langkah ke depan, kemudian ada juga dari Kementerian Kesehatan mengenai layanan dan sistem rujukan rumah sakit," kata Egha. 

Selain seminar utama, kegiatan juga diisi dengan dua workshop strategis, yakni workshop mutu rumah sakit dan workshop hukum serta etika rumah sakit. 

Workshop mutu membahas pentingnya menjaga standar pelayanan dan kualitas rumah sakit di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

Sementara workshop hukum dan etika membedah berbagai persoalan hingga potensi kasus yang dapat terjadi di lingkungan rumah sakit.

"Di workshop hukum dan etika nanti akan dibahas berbagai kasus potensial maupun yang sudah pernah terjadi, termasuk bagaimana solusi, mitigasi, dan langkah pencegahannya," ujar Egha.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved