Minggu, 17 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

DPRD Minta Bus Sekolah Tetap Beroperasi di Bangka Selatan

DPRD Kabupaten Bangka Selatan, meminta kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan operasional bus sekolah.

Tayang:
Bangkapos.com
RAPAT PARIPURNA -Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan ketika tengah mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD setempat beberapa waktu lalu. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan, meminta kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan operasional bus sekolah. Hal ini disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Kamarudin, Sabtu (16/5).

Menurutnya, keberadaan bus sekolah merupakan bagian penting dari pelayanan pendidikan yang harus tetap dipertahankan pemerintah daerah. Penghentian operasional bus akan berdampak langsung terhadap aktivitas belajar siswa, terutama yang tinggal jauh dari sekolah. "Dampak kenaikan BBM nonsubsidi jangan dijadikan alasan untuk menghentikan operasional bus sekolah," kata Kamarudin.

Kamarudin menjelaskan, banyak pelajar di sejumlah desa sangat bergantung pada layanan bus sekolah gratis karena keterbatasan akses transportasi umum. Jika operasional bus dihentikan, maka beban biaya transportasi keluarga siswa akan meningkat di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah antisipasi dan efisiensi anggaran agar operasional bus tetap berjalan normal.

Kebijakan penggunaan BBM nonsubsidi untuk armada bus sekolah memang membuat biaya operasional pemerintah daerah meningkat. Menurut dia, bus sekolah saat ini belum termasuk kategori kendaraan yang dapat menggunakan BBM subsidi karena terbentur aturan yang berlaku. 

Kondisi tersebut membuat armada bus sekolah harus menggunakan bahan bakar nonsubsidi seperti Dexlite yang harganya mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. "Bus sekolah ini belum masuk dalam menggunakan BBM subsidi, karena sudah ada aturan dan kebijakannya," jelasnya.

Bus sekolah selama ini menjadi fasilitas penunjang pendidikan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bangka Selatan. Layanan tersebut membantu siswa yang tinggal di desa-desa dengan jarak cukup jauh dari lokasi sekolah. Kehadiran bus sekolah juga dinilai membantu mengurangi risiko keterlambatan maupun putus sekolah akibat keterbatasan akses transportasi.

"Bus sekolah juga menjadi salah satu pelayanan penunjang pendidikan di Kabupaten Basel yang dimanfaatkan anak-anak sekolah, terutama yang tinggal jauh dari sekolah," ucapnya

Diakui Kamarudin, DPRD Kabupaten Bangka Selatan berencana melakukan koordinasi dengan dinas terkait guna membahas langkah konkret mempertahankan operasional bus sekolah hingga akhir tahun. Kamarudin mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah daerah mencari formulasi terbaik agar pelayanan kepada pelajar tidak terhenti akibat persoalan biaya bahan bakar. 

"Kita akan perjuangkan agar bus sekolah ini tetap beroperasi dan pelayanan ke anak sekolah tidak terhenti hanya karena masalah kenaikan BBM non subsidi," pungkas Kamarudin.

Sebelumnya, Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi saat ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama keluarga pelajar yang harus mengeluarkan biaya transportasi lebih besar. Sektor pendidikan tidak boleh menjadi korban dari dampak kenaikan harga energi yang terjadi belakangan ini. Karena itu, pemerintah daerah meminta adanya kebijakan khusus untuk membantu kebutuhan transportasi pelajar.

"Saya meminta kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung terkait dampak kenaikan harga BBM terhadap sektor pendidikan," kata Riza Herdavid. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved