Rabu, 20 Mei 2026

Berita Belitung Timur

Pemancing Hilang di Selat Karimata: Wahyu Cs Terkendala Sinyal Komunikasi untuk Lapor Basarnas

Laporan resmi baru bisa diterima tim Basarnas pada pukul 13.46 WIB, atau terdapat jeda waktu sekitar tujuh jam.

Tayang:
Editor: suhendri
posbelitung.co
BERI KETERANGAN - Wahyu (31), salah satu rekan Haris Sukhatno alias Heru (44) yang dilaporkan hilang di perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, memberikan keterangan kepada media di posko darat Pelabuhan ASDP Manggar, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (17/5/2026) malam. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Seorang pemancing bernama Haris Sukhatno alias Heru (44), warga Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur, dilaporkan hilang usai terjatuh dari Kapal Feliana 01 di perairan Selat Karimata, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (17/5/2026).

Peristiwa yang menimpa Heru terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

Namun, laporan resmi baru bisa diterima tim Basarnas pada pukul 13.46 WIB, atau terdapat jeda waktu sekitar tujuh jam.

Wahyu, salah satu rekan Heru sesama pemancing, mengatakan, hal tersebut terjadi karena mereka saat itu berada di area blankspot atau titik tanpa sinyal telekomunikasi sehingga tidak bisa segera menghubungi Basarnas.

Wahyu menceritakan, setelah Heru tercebur dan hilang di laut, 12 orang lainnya yang berada di atas Kapal Feliana 01 sempat melakukan pencarian mandiri.

Dua belas orang itu terdiri atas 10 pemancing, 1 anak buah kapal (ABK), dan 1 kapten kapal.

Mereka memutari titik jatuhnya Heru hingga memakan waktu satu setengah jam.

"Kami mau minta tolong saat itu juga, tetapi di sana sama sekali tidak ada sinyal, benar-benar kosong. Akhirnya, setelah satu setengah jam mencari dan tidak ada tanda-tanda korban muncul, kami diskusi dan mengambil keputusan berat," ujar Wahyu saat ditemui di posko darat Pelabuhan ASDP Manggar, Belitung Timur, Minggu (17/5/2026) malam.

Wahyu menambahkan, keputusan berat tersebut adalah menghentikan pencarian sementara dan memutar balik kemudi kapal menuju arah daratan Pulau Belitung, tepatnya Manggar, Belitung Timur.

Kapal terpaksa pulang demi mencari sinyal telekomunikasi agar bisa terhubung ke tim penyelamat.

Selama perjalanan pulang, kata  Wahyu, seluruh orang yang berada di atas kapal terus menatap layar ponsel dan menunggu sinyal tertangkap.

"Sembari jalan pulang itu kami terus cari sinyal," ucapnya.

"Begitu HP kami menangkap sinyal darat, langsung saat itu juga kami telepon tim Basarnas. Kami jelaskan koordinatnya agar tim penyelamat bisa langsung bergerak dari Manggar," lanjut Wahyu.

Setibanya Kapal Feliana 01 di dermaga Pelabuhan ASDP Manggar pada siang hari, dari 10 pemancing yang ikut dalam rombongan, hanya Wahyu yang memilih bertahan di Pelabuhan ASDP Manggar untuk kepentingan koordinasi dengan tim SAR gabungan.

Sementara rekan-rekan pemancing yang lain langsung bergegas menuju Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, tempat tinggal korban.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved