Selasa, 19 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Bangka Belitung Waspada Bencana Hidrometeorologi

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi

Tayang:
Editor: suhendri
Dok. BPBD Kota Pangkalpinang
Ilustrasi pohon tumbang 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang memprediksi wilayah Kepulauan Bangka Belitung masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan dan pohon tumbang.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Putri Ulzanati Raju, mengatakan, saat ini wilayah Bangka Belitung masih berada pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau  atau pancaroba.

Kondisi  tersebut memunculkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat sporadis di sejumlah wilayah.

"Kita masih dalam masa peralihan, jadi ada potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang sifatnya sporadis," kata Putri kepada Bangka Pos, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Bangka Belitung pada 18 dan 20 Mei 2026.

Pada 18 Mei 2026, status waspada atau potensi hujan sedang hingga lebat berpeluang terjadi di wilayah Bangka Barat, Bangka, Pangkalpinang, Belitung, Belitung Timur, dan sekitarnya.

Sementara status siaga atau potensi hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan wilayah sekitarnya.

Pada 19 Mei 2026, BMKG menyebut tidak terdapat potensi signifikan atau nihil peringatan cuaca ekstrem di seluruh wilayah Bangka Belitung.

Adapun pada 20 Mei 2026, status waspada kembali diberlakukan di wilayah Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Pangkalpinang dan sekitarnya. Sementara status siaga diprakirakan terjadi di wilayah Bangka Selatan dan sekitarnya.

BMKG menyebut tidak terdapat peringatan kategori awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem selama periode tersebut.

Selain itu, peringatan dini angin kencang juga tercatat nihil di seluruh wilayah Bangka Belitung.

Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, pohon tumbang, jalan licin, hingga terganggunya aktivitas pelayaran dan transportasi saat hujan lebat disertai petir.

Pada kesempatan yang sama, Putri mengatakan Bangka Belitung diperkirakan belum memasuki periode musim kemarau dalam waktu dekat.

Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada awal hingga pertengahan Juni 2026.

Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis pada masa pancaroba, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved