Selasa, 9 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Kota Pangkalpinang Masih Butuh Tambahan PAD Rp24 Miliar di 2026

Pemerintah Kota Pangkalpinang diminta meningkatkan Pendapatan asli daerah (PAD) hingga sekitar Rp24 miliar.

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
RAPAT ASISTENSI - Wali Kota Pangkalpinang Saparudin didampingi jajaran Pejabat Pemkot Pangkalpinang mengikuti rapat asistensi daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (8/6/2026). 

 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, diminta meningkatkan Pendapatan asli daerah (PAD) hingga sekitar Rp24 miliar. 

Ini merupakan bagian dari evaluasi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang 2026 yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hal tersebut terungkap dalam rapat asistensi daerah bersama Kemendagri terkait proyeksi kemampuan keuangan daerah, Senin (8/6/2026).

Rapat  dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting di Smart Room Center (SRC), kantor Wali Kota Pangkalpinang.

Hadir pada kesempatan itu Wali Kota Pangkalpinang Saparudin didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Budiyanto dan jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya.

Saparudin mengatakan, asistensi bersama Kemendagri merupakan bagian dari analisis terhadap postur APBD Kota Pangkalpinang 2026 yang sebelumnya telah disahkan.

Menurutnya, pada kesempatan tersebut pemerintah pusat mengaitkan kondisi keuangan daerah dengan berbagai indikator pembangunan, mulai dari penanganan tengkes (stunting), angka kemiskinan, tingkat pengangguran hingga indeks pembangunan manusia (IPM).

"APBD ini dianalisis oleh kementerian dan dihubungkan dengan indikator-indikator pembangunan. Untuk Kota Pangkalpinang, alhamdulillah penanganan stunting kita sudah di atas rata-rata nasional, angka kemiskinan juga di bawah rata-rata nasional," kata Saparudin kepada awak media usai rapat.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah catatan, khususnya terkait tingkat pengangguran di Pangkalpinang yang masih berada di atas rata-rata nasional.

"Kalau IPM kita jauh di atas nasional. Cuma memang ada catatan di pengangguran masih lebih besar atau di atas rata-rata nasional," ujar Saparudin.

Di sektor pendapatan, lanjut Saparudin, Kemendagri menilai Pangkalpinang masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan PAD. Salah satunya melalui peningkatan sektor retribusi dan pajak daerah.

Saparudin mengungkapkan, secara umum capaian PAD Kota Pangkalpinang sebenarnya sudah tergolong baik.

Namun, jika dibandingkan dengan median nasional, masih diperlukan tambahan sekitar Rp24 miliar.

Selain itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga membidik tambahan pendapatan dari kontribusi laba perusahaan daerah, khususnya perusahaan daerah air minum (PDAM) yang pada tahun lalu mencatat keuntungan Rp4 miliar.

"PDAM kita tahun lalu sudah mencatat keuntungan Rp4 miliar sehingga kita akan mendapatkan share profit sekitar Rp600 juta atau sekitar 15 persen," kata Saparudin. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved